Pertamina Terapkan Sistem ‘Kode Batang’ bagi Pembelian BBM Subsidi

SORONG – PT Pertamina segera menerapkan sistem ‘kode batang’ bagi setiap masyarakat yang membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada SPBU yang ada di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Area Manager Communication PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial dan Trading, Edi Mangun mengatakan sistem tersebut bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan membatasi pengisian berulang kali.

“Dengan penerapan sistem ini maka Pertamina akan mendata jumlah pelanggan dan kendaraan melalui website lalu melakukan verifikasi apakah layak menerima BBM subsidi atau tidak,” jelas Edi di Sorong, Selasa (19/7/2022), dilansir Antara.

Setelah kendaraan tersebut dinyatakan layak mengisi BBM bersubsidi maka pelanggan akan diberikan kode batang untuk  melakukan pengisian BBM bersubsidi pada SPBU. Dengan sistem ini BBM subsidi tersalurkan sesuai peruntukannya serta mengurangi mafia BBM bersubsidi.

“Hal ini lakukan Pertamina untuk melindungi supir angkot dan supir truk karena selama ini mereka mengeluh kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena banyak mafia,” ujarnya.

Edi mewakili Pertamina Patra Niaga Region Papua-Maluku mengapresiasi langkah Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Silitonga menangani penyelewengan BBM subsidi.

Ia berharap kebijakan Kapolda tersebut segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat Polres jajaran di kabupaten dan kota wilayah Papua Barat sehingga mafia BBM bersubsidi berkurang.

“Selama ini jika terjadi pelanggaran kami hanya bisa memberikan sanksi administrasi. Namun apabila ada indikasi pidana yang ditemukan pihak Kepolisian maka tentu dapat diproses secara hukum,” ujarnya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan PT Pertamina Patra Niaga area Papua Barat. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada jajaran Dit Reskrimsus Polda Papua Barat di Manokwari, Selasa (19/7/2022).

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Alam Kanda Winali mengatakan apresiasi dan penghargaan kepada Polda Papua Barat melalui Dit Reskrimsus atas keberhasilan dalam pengungkapan sejumlah kasus dugaan penyelewengan BBM bersubsidi.

Kami menilai bahwa melalui upaya Presisi yang dilakukan Dit Reskrimsus Polda Papua Barat berhasil mengungkap sejumlah dugaan tindak pidana penyelewengan BBM subsidi yang masif di Papua Barat,” kata Alam.

Sebagai pemegang mandat negara dalam penyaluran BBM, Pertamina tidak berkewenangan melakukan tindakan hukum terhadap pelaku menyalahgunakan BBM bersubsidi, sehingga melalui kerjasama dengan Kepolisian diharapkan praktik nakal tersebut dapat ditertibkan.

“Dengan Polisi kami terus bangun koordinasi dalam upaya pengawasan dan penertiban BBM subsidi agar harapan negara dapat tercapai di Papua Barat,” ujarnya.

Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat Kombes Pol Romilus Tamtelahitu menyebut upaya penertiban dan pengawasan secara masif terhadap distribusi BBM bersubsidi merupakan amanat UU yang wajib dilaksanakan di seluruh daerah Papua Barat.

Pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Papua Barat sebelumnya hingga yang saat ini sedang ditangani merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat.

“Semua yang kami tangani (proses hukum) adalah menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Oleh karena itu kami berterima kasih kepada masyarakat dan Pertamina yang memberikan kepercayaan kepada Polri dalam melaksanakan tugas penegakkan hukum,” kata Romilus.

Romilus juga membeberkan kasus penangkapan sejumlah oknum yang terlibat penyelewengan BBM bersubsidi di Kabupaten Manokwari baru-baru ini.

“Terakhir pada pekan lalu, tim Dit Reskrimsus Polda Papua Barat melakukan penangkapan terhadap kendaraan yang memuat BBM bersubsidi untuk tujuan tertentu. Dugaan kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan pengembangan,” jelasnya. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: