EKONOMI

Rp820 Juta Disiapkan untuk Perluas Jaringan Fiber Optik di Manokwari

MANOKWARI – PT Telkom Indonesia tahun ini mengalokasikan Rp820 juta untuk memperluas jaringan pita lebar berbasis fiber optik atau fiber to the home (FTTH) IndiHome di Kabupaten Manokwari, Papua Tengah.

“Tahun ini kami perluas jaringan ke dua daerah di pinggiran Manokwari, yaitu ke daerah Distrik Masni dan Kelurahan Anday, Distrik Manokwari Selatan,” kata Kepala Kantor Daerah Telkom Manokwari George RM Mandibondibo, di Manokwari, Kamis (24/8/2023), dilansir Antara.

George menjelaskan, Telkom mengalokasikan Rp500 juta untuk pembangunan jaringan ke Distrik Masni. Anggaran tersebut untuk pemasangan 500 tiang baru dan kabel fiber optik sepanjang 11 km dari STO (Sentral Telepon Otomat) Telkom Manokwari menuju Masni.

“Anggaran untuk ke Masni memang cukup besar karena medan yang cukup sulit karena melewati daerah pegunungan,” ujarnya.

Sedangkan ke Kelurahan Anday, George mengatakan, Telkom menganggarkan Rp320 juta untuk pemasangan 250 tiang baru dan kabel fiber optik sepanjang 15 km. Ditargetkan akhir tahun pembangunan jaringan baru tersebut sudah bisa selesai.

“Okupansi jaringan fiber optik di Manokwari sudah 84 persen. Artinya secara kapasitas jaringan sudah padat. Mau tidak mau harus perluasan jaringan. Apalagi banyak daerah pinggiran Manokwari yang belum terjangkau,” kata George.

George mengatakan, saat ini total pelanggan Telkom Manokwari sudah mencapai 14.000 satuan sambungan (SS) yang terdiri dari 13.000 perumahan dan 1.000 perkantoran.

Ia menambahkan, dalam perluasan jaringan di Manokwari, Telkom lebih mengutamakan pelayanan masyarakat daripada bisnis. Diutamakan semakin banyak warga yang terjangkau FTTH IndiHome. Hal itu dikarenakan kebutuhan internet semakin dibutuhkan masyarakat.

“Dari dua daerah yang akan kami bangun jaringannya itu kalau dilihat dari calon pelanggannya tidak terlalu banyak. Kalau hanya melihat sisi bisnis, kami lebih baik memperluas jaringan ke daerah Prafi karena di sana calon pelanggan lebih banyak. Tapi Masni dan Anday kami dahulukan, Prafi bisa tahun depan,” katanya pula.

George mengungkapkan, perluasan jaringan di Manokwari tidak terlepas dari banyaknya kendala terutama masalah tanah. Untuk itu Telkom selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan jaringan baik dari pemerintah tingkat bawah hingga ke Dinas PU untuk meminimalisir permasalahan.

“Kita harus bisa atur strategi bagaimana agar masyarakat sekitar bisa menerima pembangunan. Sebelum pemancangan tiang-tiang jaringan kita selalu mendatangi RT, kepala kampung dan pemilik hak ulayat dulu dan meminta persetujuan mereka. Di Manokwari banyak kendala permasalahan tanah,” ujarnya lagi. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.