EKONOMI

Strategi Transisi Energi Indonesia Bagian Barat dan Timur Dinilai Berbeda

JAKARTA – Strategi ataupun taktik untuk transisi energi pada bagian barat dan timur Indonesia dipandang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi pasar kelistrikan dari sisi permintaan dan penawaran. Karena itu, pengembangan energi baru dan terbarukan atau EBT perlu memperhatikan potensi setiap wilayah.

Pakar energi dari Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Deendarlianto, mengatakan, kontribusi pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) nasional masih didominasi Indonesia bagian barat–Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Karena itu, pemanfaatan EBT di Indonesia bagian barat perlu menyesuaikan permintaan.

Sementara Indonesia bagian timur harus mendahulukan pemanfaatan EBT untuk membentuk permintaan. Potensi pembangkit listrik EBT, lanjut Deendarlianto, tersebar di seluruh wilayah dan bisa dimanfaatkan sebagai backbone kelistrikan di Tanah Air.

”Pembangunan pembangkit listrik EBT perlu memperhatikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan. Ketika pemerintah gagal membangun pasar, mau tidak mau harus memberikan subsidi energi,” ujarnya dalam webinar Green Economy Forum 2023 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

Secara spesifik, Pusat Studi Energi UGM menemukan, pengembangan pembangkit listrik EBT itu bergantung pada kondisi wilayah. Jadi, jenis EBT dan teknologi yang digunakan harus sesuai dengan daerah pembangunan pembangkit listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, Indonesia memiliki potensi EBT sebesar 3.689 gigawatt (GW) dan baru memanfaatkan 12,6 GW di antaranya. Secara keseluruhan, potensi EBT tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk energi hidro, misalnya, potensinya besar di Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Papua. Untuk energi surya, daerah Riau, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Barat memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi. Energi panas bumi tersebar di kawasan cincin api (ring of fire), sedangkan potensi tenaga bayu atau angin ada di NTT, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Papua.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan, sektor energi Indonesia masih bergantung pada pembakaran fosil khususnya batubara sebesar 42,4 persen dan minyak bumi sebesar 31,4 persen. Padahal, produsen minyak bumi dalam negeri tidak akan mampu memenuhi kebutuhan energi nasional.

”Ketahanan energi akan semakin kritis. Karena itu, transisi energi perlu diakselerasi untuk memanfaatkan potensi EBT Indonesia yang sangat melimpah,” ucapnya.

Untuk meningkatkan pengembangan EBT, imbuh Arifin, perlu pembangunan infrastruktur jaringan super grid dan smart grid. Hal ini untuk meningkatkan konektivitas antarpulau, mengurangi dampak intermitensi, hingga mengatasi perbedaan lokasi antara suplai EBT lokal dan permintaan listrik.

Dalam kesempatan itu, Arifin sempat menyinggung Kalimantan dan Papua memiliki potensi EBT yang besar untuk pengembangan energi hijau. ”Papua memiliki potensi EBT sekitar 380 GW, terutama surya dan hidro yang dapat menjadi modal dalam pengembangan green industry berbasis EBT,” ujarnya.

Memperluas usaha

Presiden Direktur Adaro Power Dharma Djojonegoro menambahkan, untuk menyongsong energi bersih, pihaknya melakukan diversifikasi usaha dan membangun pilar baru. Ini seperti Adaro Green yang mewadahi segala bentuk EBT, sedangkan Adaro Minerals untuk memenuhi kebutuhan mineral.

Saat ini, Adaro tengah membangun kompleks industri hijau di Kalimantan Utara. Kompleks itu terdiri dari pabrik smelter aluminium berkapasitas 500.000 ton dan pembangkit listrik tenaga hidro berkapasitas 1 GW.

”Aluminium sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi hijau dan penurunan emisi. Terutama dalam komponen mobil listrik hingga pembangkit listrik,” tuturnya.

Meski demikian, pabrik smelter aluminium tersebut masih menggunakan listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara. Sebab, pembangunan pembangkit listrik tenaga hidro butuh 7-8 tahun untuk selesai sehingga untuk sementara tetap menggunakan PLTU batubara. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.