EKONOMI

Tol Laut Dioptimalkan untuk Pemerataan Pangan

JAKARTA – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melakukan pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke daerah terluar, dengan mengoptimalkan program Tol Laut.

Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan CPP sebagai instrumen ketersediaan dan stabilisasi harga pangan, serta guna menambah pasokan untuk pendistribusian bantuan pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, mobilisasi pangan melalui Tol Laut menjadi salah satu program strategis NFA dalam mewujudkan pemerataan pasokan pangan. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Bapanas berharap, pemerataan stok pangan nasional bisa mencapai daerah pelosok.

“Pemanfaatan Tol Laut untuk pengiriman CPP beras ini sangat baik dan efektif menjaga pasokan di semua wilayah. Selanjutnya, kita mendorong Bulog untuk berkoordinasi apabila membutuhkan bantuan mobilisasi cadangan beras untuk mengisi kekosongan di daerah lain,” ucap Arief lewat siaran persnya, Kamis (18/5/2023).

Arief mengatakan, kerja sama pemanfaatan Tol Laut bersama Kemenhub akan terus ditingkatkan sebagai upaya manajemen stok kebutuhan bahan pokok penting sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan Bidang Transportasi Laut dan Kemaritiman Andre Mulpyana mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, program kapal Tol Laut siap mendukung kebutuhan pendistribusian pangan hingga wilayah-wilayah terluar Indonesia. “Pada intinya, Tol Laut mendukung kebutuhan distribusi bahan pokok,” kata Andre.

Baru-baru ini, distribusi melalui Tol Laut dilakukan untuk komoditas beras ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, terlaksananya pendistribusian beras ke NTT melalui Tol Laut tersebut atas sinergitas yang baik antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN.

Dalam mendukung sektor-sektor strategis, ia menekankan bahwa Tol Laut yang disiapkan Kemenhub memberikan fasilitasi pendistribusian dengan harga yang lebih murah dari komersial, dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Kita selalu terbuka dan siap berkolaborasi meningkatkan fasilitasi pendistribusian pangan ke daerah-daerah terluar atau defisit melaui trayek Tol Laut,” ujarnya.

Perwakilan Sekretariat Kabinet RI Zaenal Arifin meyakini, dengan masuknya beras Bulog ke NTT melalui Tol Laut ini akan segera menambah capaian realisasi bantuan pangan beras di Provinsi NTT.

“Tentunya ini akan menambah capaian realiasi bantuan beras di NTT menjadi lebih dari 43 persen. Pola pendistribusian menggunakan Tol Laut akan sangat membantu kelancaran distribusi serta kesejahteraan keluarga penerima manfaat (KPM) di 38 provinsi,” ujarnya.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan NFA, Rachmi Widiriani menjelaskan, pemanfaatan Tol Laut dapat mendorong efektivitas pendistribusian CPP ke daerah-daerah yang sulit di jangkau. Dengan demikian, pemanfaatan CPP bisa lebih optimal untuk pengendali harga dan menjaga ketersediaan stok untuk program bantuan pangan yang saat ini sedang berjalan.

“Kita terus upayakan CPP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Pelabuhan Labuan Bajo sudah masuk kapal Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 7, membawa beras. Ini salah satu upaya NFA untuk membantu pemenuhan ketersediaan dalam rangka penyaluran bantuan pangan beras, kemudian juga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Rachmi.

Menurut Rachmi, Tol Laut yang tiba mengangkut beras sebanyak enam kontainer atau sekitar 108 ton. Kapal Tol Laut juga singgah di sejumlah pelabuhan di wilayah NTT untuk mendistribusikan CPP, seperti di pelabuhan Waingapu mengangkut beras sebanyak 20 kontainer, pelabuhan Ende 10 kontainer, dan pelabuhan Larantuka sebanyak 14 kontainer. Selanjutnya, beras akan diterima dan disimpan di gudang Kanwil Bulog masing-masing wilayah

“Secara keseluruhan pengiriman yang dilakukan KM Kendhaga Nusantara 7 ini dalam program Movenas Tol Laut ini sekitar 918 ton beras,” katanya.

Rachmi mengatakan, dengan masuknya kapal Tol Laut tersebut, pasokan beras dipastikan bertambah. Hal ini diharapkan dapat menekan lonjakan harga dan mempercepat pendistribusian bantuan pangan beras untuk KPM di NTT.

“Pemanfaatan CPP untuk bantuan pangan beras saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah. Pemerintah tengah berupaya memenuhi target penyaluran bantuan beras 10 Kg per KPM, terutama di pulau-pulau yang jauh supaya Mei ini bisa diselesaikan,“ kata dia. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.