EKONOMI

Waspadai Potensi Krisis Beras

JAKARTA – Harga beras dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat hingga jauh melebihi patokan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Para pedagang pun khawatir terjadinya krisis harga beras yang semakin menyulitkan pedagang eceran maupun konsumen.

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional, rata-rata harga beras medium di DKI Jakarta pada Selasa (5/9/2023) sudah tembus hingga Rp 11.480 per kilogram atau sekitar 5,3 persen lebih tinggi dari HET beras Zona I sebesar Rp 10.900 per kg. Sedangkan secara nasional, rata-rata harga beras medium  sudah melebihi Rp 12 ribu per kg.

Pergerakan harga beras medium yang menjadi konsentrasi pemerintah dalam mengintervensi harga memang terus mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir. Musim kemarau ekstrem akibat El Nino menjadi salah satu penyebab utama karena berdampak pada penurunan produksi.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengungkapkan kekhawatiran akan potensi terjadinya krisis beras. Ia meminta agar dilakukan percepatan penguatan pasokan demi menghindari terjadinya kepanikan di tengah masyarakat. “Potensi ke arah sana (krisis beras) ada. Pekan lalu kami sudah mengingatkan pemerintah,” kata Reynaldi dilansir Republika, Rabu (6/9/2023).

Bulog mengeklaim memiliki stok beras nasional sebanyak 1,6 juta ton. Pasokan cadangan itu diyakini mampu menjadi penyangga pasokan hingga akhir tahun ini sementara proses importasi beras terus berjalan. Namun, Reynaldi menilai stok beras yang dimiliki secara nasional masih belum cukup dalam waktu empat bulan ke depan. Meski Indonesia belum masuk pada fase darurat beras, tak menutup kemungkinan kondisi itu akan terjadi.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR, Senin (5/9/2023), menyampaikan, kenaikan harga beras juga tidak lepas dari meningkatnya harga gabah dari tingkat petani.

Ia menyampaikan, harga gabah kering panen (GKP) pada Agustus mengalami kenaikan menjadi Rp 5.833 per kg. Sementara harga gabah kering giling (GKG) mencapai Rp 6.760 per kg. “Sebagai update ada yang sudah di atas Rp 7.000 per kg untuk GKP,” ujar dia.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat andil inflasi dari beras selama Agustus 2023 sebesar 0,05 persen. Secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2023 beras telah mengalami inflasi sebesar 7,99 persen.

Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menilai kenaikan harga beras terjadi karena permintaan mengalami kenaikan, sementara pasokan beras dari daerah sentra produksi terus menurun. Pedagang pasar induk menilai tak mampu membendung kenaikan sehingga hanya pemerintah yang dapat diharapkan untuk menstabilkan harga.

Ketua PIBC Zulkfili Rasyid, menyampaikan, pemerintah juga harus menyiapkan antisipasi masa paceklik beras yang biasanya dimulai pada Desember hingga Februari. Pada bulan-bulan tersebut, stok beras akan menipis hingga musim panen tiba. “Yang bisa menekan harga adalah pemerintah, kalau pasar induk selama ini yang kita harapkan hanya pasokan dari daerah. Sekarang, pasokan berkurang. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami tidak mampu,” kata Zulkifli

Ia mengungkapkan, rata-rata harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang sudah tembus antara Rp 12.300 per kg hingga Rp 12.500 per kg. Dengan kata lain, harga yang diterima konsumen di pasar-pasar wilayah akan jauh lebih tinggi. Sementara pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi beras di Zona I maksimal Rp 10.900 per kg.

Zulkifli menyebut, Bulog saat ini justru memprioritaskan operasi pasar beras kemasan satu kg, lima kg, hingga 10 kg melalui jaringan toko retail.  Pola tersebut memang ditujukan agar beras Bulog dapat langsung sampai ke tangan konsumen.

Namun, Zulkifli mengatakan, kenaikan harga beras akibat menipisnya pasokan di pasar induk juga tak terhindarkan sehingga membutuhkan tambahan pasokan beras dalam bentuk curah (kemasan karung) dari Perum Bulog. “Harapannya operasi pasar beras curah, karena dalam pengamatan saya untuk bisa menurunkan harga, ya dengan beras curah seperti biasa Bulog melakukan operasi pasar,” kata Zulkifli.

Mengutip statistik pasokan beras di PIBC, jumlah stok yang tersedia pada Selasa (4/5/2023) hanya 25,8 ribu ton, jauh di bawah batas aman sebesar 30-35 ribu ton per hari. Jumlah itu juga jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata stok September 2022 lalu yang mencapai 39 ribu ton. Sementara itu, rata-rata harga beras di pasar induk sudah tembus hingga Rp 13.057 per kg, jauh di atas rata-rata harga dua tahun sebelumnya di bulan sama yang berkisar Rp 10 ribu per kg. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.