Gaya Hidup

Bahaya Tren DIY Perawatan Gigi di Tiktok

PERAWATAN gigi versi do it yourself (DIY) menjadi salah satu konten yang banyak diminati di platform media sosial Tiktok. Namun, seiring dengan semakin populernya konten DIY perawatan gigi, dokter gigi mulai didatangi oleh pasien yang menjadi korban dari tren tersebut.

Salah satu tren DIY perawatan gigi yang marak bermunculan di Tiktok adalah tren DIY untuk memutihkan gigi. Ada cukup banyak kreator konten yang membagikan hack untuk memutihkan gigi di rumah menggunakan bahan yang beragam. Mulai dari sampo ungu, bentonite clay, dan bahkan hidrogen peroksida.

Tren lainnya adalah membuat “kawat gigi” sendiri untuk merapikan gigi dengan menggunakan karet. Ada pula kreator konten yang memopulerkan trik DIY untuk mengubah bentuk gigi menggunakan beragam alat, mulai dari pengikir kuku hingga amplas.

Federal President Australian Dental Association, Dr Stephen Liew, menyebut tren DIY perawatan gigi ini sebagai tren katastropik. Beragam tren DIY perawatan gigi populer di Tiktok ini juga bisa memberikan konsekuensi jangka panjang yang berat.

“Banyak dari prosedur-prosedur ini yang dampaknya sulit untuk diperbaiki seperti semula,” ujar Dr Liew, seperti dilansir New York Post. 

Liew mengatakan, ada banyak prosedur dalam perawatan gigi yang sifatnya permanen. Bila hal ini dilakukan oleh orang awam yang tak kompeten dan tak mengetahui bukti ilmiahnya, dampak yang timbul bisa sangat merugikan. Ia mencontohkan, beberapa influencer merekomendasikan orang-orang untuk mengaplikasikan pemutih gigi sendiri.

Padahal, konsentrasi pemutih yang keliru bisa mematikan gigi. Kondisi ini bisa memunculkan rasa sakit dan umumnya membutuhkan perawatan saluran akar. Menurut Liew, pemutih memang bisa digunakan oleh dokter gigi untuk memutihkan gigi. Akan tetapi, prosedur pemutihan gigi ini harus dilakukan sesuai dengan aturan yang diterapkan agar pemutih aman digunakan.

Ia juga merasa miris dengan banyaknya persepsi keliru soal warna gigi yang sehat dan normal. Liew mengingatkan bahwa warna gigi tak selalu mengindikasikan gigi yang sehat.

Ia juga mengimbau orang-orang untuk tak membuat keputusan soal kesehatan hanya berdasarkan video singkat di media sosial. Hal serupa juga disampaikan oleh dokter gigi Dr Jeffrey Kho. Menurut Kho, tren DIY yang paling buruk adalah tren membersihkan gusi dengan menggunakan scaler hook yang dibeli secara daring.

Bila alat tersebut digunakan oleh orang awam untuk membersihkan gusi, beberapa masalah bisa terjadi. beberapa di antaranya adalah kerusakan gusi, resesi gusi, dan gigi sensitif.

Ia menilai, instrumen tajam ini tak seharusnya bisa diperjualbelikan secara bebas di internet. Pemerintah pun perlu menerapkan aturan yang lebih ketat demi mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut yang lebih luas.

Di sisi lain, dokter gigi Dr Heath Fraser menilai, edukasi yang lebih masif kepada orang awam juga perlu diberikan. Mengingat tren DIY berbahaya ini marak beredar di media sosial, edukasi kepada orang awam juga bisa diberikan melalui media sosial yang sama. “Kita harus melawan misinformasi yang datang dari para influencer,” ujar Fraser.

Tentu, tidak semua kreator konten dan influencer di media sosial seperti Tiktok menyebarkan misinformasi. Banyak dari mereka yang juga ikut berpartisipasi dalam meluruskan beragam misinformasi, termasuk misinformasi terkait DIY perawatan gigi.

Kreator konten asal Sydney, Thuy Van Nguyen, merupakan salah satu di antaranya. Melalui video yang dia unggah, kreator konten yang lebih dikenal dengan nama Liz Caire ini mengungkapkan bahwa dia mendapatkan alat aligner atau perata gigi rumahan secara gratis dari sebuah perusahaan. Sebagai timbal baliknya, Caire diminta untuk mempromosikan produk tersebut dalam videonya.

Namun, lima bulan setelah menggunakan aligner tersebut, Nguyen menyadari bahwa susunan giginya tampak memburuk. Saat Nguyen memeriksakan giginya ke dokter gigi, sang dokter memperingatkan Nguyen bahwa giginya dalam kondisi yang tidak aman karena bergerak sangat cepat dalam waktu yang singkat akibat penggunaan aligner rumahan. “Ini adalah keputusan bodoh yang saya buat. Jangan lakukan ini,” ujar Nguyen. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.