Gaya Hidup

Dampak Kesehatan yang Muncul Ketika Berhenti Vaping

VAPE sekali pakai, telah dilarang sebagai alat yang tadinya dianggap bisa digunakan untuk mencegah usia anak kecanduan rokok. Para pejabat diperkirakan akan mengumkan larangan vape, menyusul masifnya iklan rokok elektrik tersebut yang menyasar anak-anak.

Para petugas medis juga telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memperingatkan efek samping vaping. Mulai dari iritasi ringan pada tenggorokan dan mulut hingga penyakit paru-paru dan jantung yang berpotensi fatal.

Namun, dengan jutaan orang Inggris yang kini diperkirakan akan berhenti menggunakan vape sekali pakai, dokter telah mengungkapkan apa yang terjadi pada tubuh setelah berhenti menggunakannya. Pakar juga berbagi tips untuk menghentikan kecanduan vape.

Menurut ahli, hanya setelah satu pekan, risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dapat kembali ke tingkat sebelum menggunakan vaping beberapa bulan.

Ketika berhenti vaping

Vaping dapat menimbulkan efek samping yang serius dan terkadang fatal pada tubuh. Dr Semiya Aziz, seorang dokter umum dan tokoh televisi yang berpraktik di London Utara, mencatat bahwa ada hubungan antara vaping dan penyakit paru-paru kronis. Kemudian terkait dengan kardiovaskular, dan kondisi, seperti asma serta paru-paru popcorn, atau suatu kondisi yang merusak saluran udara terkecil di paru-paru. “Meskipun tubuh bisa pulih dari efek vaping, dibutuhkan waktu berpekan-pekan, terkadang berbulan-bulan,“ kata dia seperti dikutip dari Daily Mail.

  1. Regenerasi paru-paru

Itu bergantung pada intensitas dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk vaping. Dalam beberapa pekan setelah berhenti menggunakan rokok elektrik, paru-paru dapat meregenerasi jaringan yang rusak. Sehingga mengurangi risiko kondisi yang menyebabkan kesulitan bernapas.

Namun, tingkat pemulihan sangat bergantung pada tingkat paparan. “Jika kerusakan pada paru-paru sangat parah, hal ini mungkin tidak dapat dilakukan dan terjadi kerusakan permanen yang mengakibatkan efek kronis jangka panjang,” kata dia melanjutkan.

  1. Kesehatan jantung

Kesehatan jantung juga dapat meningkat ketika pembuluh darah kembali ke kecepatan dan ukuran normal. Sehingga risiko serangan kembali ke tingkat sebelum vape.

Aziz menjelaskan sebagai konsekuensi dari vaping, detak jantung sering kali menjadi tidak normal dan terjadi pelebaran pembuluh darah yang dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung. Termasuk juga, risiko kematian mendadak pada orang dengan atau tanpa penyakit jantung yang diketahui.

  1. Sirkulasi darah

Selain jantung yang lebih sehat, sirkulasi darah kemungkinan akan membaik hanya dalam beberapa pekan. Sehingga menurunkan risiko penyakit jantung yang fatal. Mulut kering dan berkurangnya selera, yang menjadi efek samping dari vaping – juga akan kembali normal setelah beberapa pekan.

Aziz menambahkan tentu sudah banyak diketahui bahwa vaping dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya. Selain paru-paru, nikotin dan zat lain dalam vape dapat memengaruhi perkembangan otak dan suasana hati serta bisa menyebabkan kecanduan.

Ada banyak efek samping yang tidak diinginkan selama beberapa pekan pertama berhenti merokok. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, menggigil, perasaan mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati yang tidak menentu disertai episode kecemasan.

Ia mengatakan nikotin adalah zat adiktif dan biasanya memerlukan waktu 72 jam agar nikotin dapat keluar dari sistem tubuh. Vape sekali pakai akan dihapuskan berdasarkan rencana baru pemerintah. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah anak-anak menjadi kecanduan gawai.

Data terbaru menunjukkan 11,6 persen anak usia 11 hingga 17 tahun di Inggris sudah mencoba vaping. Para pegiat telah lama menyerukan peraturan yang lebih ketat mengenai pemasaran kepada anak-anak dan pajak atas vape sekali pakai, yang paling populer di kalangan remaja.

Data NHS Digital, berdasarkan survei merokok, minum minuman keras, dan penggunaan narkoba di kalangan anak muda di Inggris untuk tahun 2021, menunjukkan 30 persen anak-anak di Yorkshire dan Humber telah menggunakan vape. Namun, kekhawatiran meningkat baru-baru ini ketika para menteri didesak untuk melarang perusahaan predator yang menjual vape dalam kemasan berwarna cerah dan makanan ramah anak seperti permen karet.

Proposal tersebut, yang mengikuti jejak negara-negara termasuk Prancis dan Selandia Baru, dapat diumumkan pada awal minggu depan, menurut laporan. Pekan lalu, Pemerintah Perancis berjanji untuk terus melanjutkan rencananya untuk melarang rokok elektrik sekali pakai karena adanya klaim bahwa rokok elektrik mendorong generasi muda untuk merokok.

Jerman dan Irlandia telah menguraikan usulan mereka untuk menerapkan pembatasan pada vape, dan Pemerintah Jerman saat ini mempertimbangkan larangan langsung terhadap rokok elektrik sekali pakai. Secara terpisah, Australia telah menerapkan langkah-langkah untuk membuat vape hanya tersedia bagi mereka yang memiliki resep.

Sementara itu, Selandia Baru juga telah menetapkan pembatasan yang melarang toko vape berada dalam jarak 300 meter dari sekolah dan memastikan semua vape harus memiliki baterai yang dapat dilepas. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.