Gaya Hidup

Kapan Kita Harus Waspada Berat Badan Berlebih?

BERAT BADAN seorang pria di Tangerang diberitakan mencapai 300 kilo gram. Tentu saja berat badan tersebut dicapai tidak dalam waktu singkat atau instan. Ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan bertahun-tahun sehingga tubuh pria itu menjadi obesitas.

Menjaga berat badan, memang bisa jadi hal yang gampang-gamoang susah. Kapan kita harus waspada berat badan kita berlebih?

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Konsultan, Dr dr Inge Permadhi, MS SpGK (K) menjelaskan, orang menjadi kegemukan itu membutuhkan waktu lama. Biasanya orang tersebut melakukan kebiasaan buruk yang cukup lama yang akhirnya menjadi kebiasaan dan menyebabkan kegemukan hingga obesitas.

Faktor utamanya adalah gaya hidup yang salah dan aktivitas fisik rendah. Berat badan normal seseorang itu bisa dilihat dalam body mass indeks (BMI) atau indeks massa tubuhnya (IMT). Inge mengatakan, seseorang dikatakan memiliki berat badan normal jika IMTnya 18,5 hingga 22,9.

Lalu dikatakan overweight bila IMT mencapai 23-24,9. Untuk kategori obesitas, Inge menjelaskan, kategori ini dibagi beberapa level. Untuk obesitas level satu IMT mencapai 25-29,9, obesitas level dua IMT diatas 30-39,9. Sedangkan IMT diatas 40 masuk kategori obesitas morbid atau extremely obese. “Kasus pria di Tangerang sudah pasti masuk kategori extremely obese,” ujar Inge, Jumat (9/6/2023).

Menurut Inge, Anda harus waspada dan selalu memperhatikan berat badan dan IMT Anda. “Anda harus warning jika IMT keluar batas normal. Hati-hati, kadang-kadang seseorang tidak sadar kalau sudah obesitas,” ujarnya.

Senada, Ahli Gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen juga pernah mengatakan IMT atau BMI diukur berat badan dalam kilogram per tinggi badan dalam meter persegi dikuadratkan. Angka normal BMI Asia Pasific 18,5 sampai 22,9. Masuk BMI 23 sudah kelebihan berat badan (BB). Selanjutkan ada kriteria obesitas yaitu BMI diatas 25. “Jika sudah alami kelebihan berat badan, maka itu warning buat Anda. Itu penting banget,” ujarnya

Proses Menuju Obesitas 

kasus obesitas yang dialami seorang pria di Tangerang, sempat menjadi perbincangan di jagat maya. Tak hanya karena bobot tubuhnya yang besar, tapi pria ini juga harus diangkut dengan menggunakan forklift agar bisa dibawa berobat.

Apa sebenarnya yang menyebabkan pria ini bisa memiliki berat 300 kg? Bagaimana prosesnya sampai mencapai berat tersebut?

  1. Makan banyak, minim aktivitas fisik

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Konsultan, Dr dr Inge Permadhi, MS SpGK (K) menjelaskan penyebab seseorang bisa mencapai berat badan berlebih adalah faktor gaya hidup yang salah, yaitu kesalahan makan dan kurangnya aktivitas fisik. “Makan yang terlalu banyak sementara aktivitas rendah, sehingga ditumpuk jadi lemak didalam tubuh,” ungkap Inge.

Jenis makanan yang memicu kegemukan menurut Inge adalah karbohidrat dan lemak. Namun, pada kasus tersebut, dipengaruhi oleh semua jenis makanan yang dimakan terlalu banyak, sehingga menumpuk didalam tubuh dan disimpan menjadi lemak. “Protein seperti ayam, daging, seafood, semuanya digoreng dengan minyak, itu menjadi sumber lemak,” ujarnya.

Inge menambahkan belum lagi makanan dan minuman manis yang sering dikonsumsi, hal ini akhirnya memicu kegemukan.

  1. Faktor genetik

Selain itu, lanjut Inge, faktor lainnya adalah genetik. Jika didalam keluarga, ibu, ayah kakek maupun nenek ada yang obesitas, maka ini juga memungkinkan Anda mengalami hal yang sama. Anda menjadi mudah gemuk seperti orang tua Anda.

Faktor genetik atau keturunan memberikan pengaruh terhadap metabolisme tubuh seseorang, dan secara tidak langsung mempengaruhi berat badan. Gen berperan dalam memberikan instruksi kepada tubuh untuk merespon perubahan dari sekitarnya.

Namun faktor tersebut tidak berdiri sendiri dalam mempengaruhi berat badan seseorang, dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi, aktivitas fisik, dan sebagainya. Jika Anda memiliki faktor genetik, lalu Anda tidak menjaga pola makan dan malas melakukan aktivitas fisik, maka risiko menjadi gemuk bahkan obesitas menjadi besar. “Kegemukan tubuh butuh waktu, menurunkannya juga membutuhkan waktu lama,” ujar Inge.

  1. Obat-obatan

Inge mengatakan kegemukan juga bisa dipicu oleh obat-obatan. Ada beberapa obat-obatan yang memicu nafsu makan. Dilansir dari laman URMC Rochester, Jumat (9/6/2023) beberapa obat mungkin merangsang nafsu makan Anda.

Ini menyebabkan Anda makan lebih banyak dan menambah berat badan ekstra. Beberapa obat mungkin mempengaruhi metabolisme tubuh Anda. Ini menyebabkan tubuh Anda membakar kalori lebih lambat.

Beberapa obat mungkin menyebabkan Anda menahan air. Ini membuat Anda lebih berat bahkan jika Anda tidak menambah lemak ekstra. Obat-obatan lain mungkin memengaruhi cara tubuh Anda menyimpan dan menyerap gula dan nutrisi lainnya.

Jika obat menyebabkan Anda lelah atau sesak napas, kemungkinan besar Anda tidak akan berolahraga. Hal ini dapat menyebabkan berat badan Anda bertambah.

Obat-obatan yang dapatmenyebabkan penambahan berat badan meliputi obat untuk diabetes, obat antipsikotik, obat antidepresan, obat epilepsi, obat hormon steroid dan obat penurun tekanan darah. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.