Gaya Hidup

Kenali Tanda Kita Mengalami Work Anxiety

KARYAWAN menghabiskan setidaknya sepertiga waktunya dalam sehari untuk bekerja. Meskipun stres karena pekerjaan adalah hal yang wajar, karyawan juga harus waspada terhadap gejala-gejala yang mengarah kondisi work anxiety atau rasa cemas saat kerja.

Menurut para ahli, kecemasan di tempat kerja itu nyata. Banyak orang mengalami stres yang tidak rasional dan merasa cemas dengan kinerjanya di tempat kerja. Hal ini kemudian mengganggu kualitas hidup serta berdampak pada produktivitas mereka.

Psikiater di Manasthali India, Jyoti Kapoor, mengatakan bahwa karyawan yang tidak mampu mengatur tekanan di tempat kerja dapat merasa lelah dan letih, bahkan dapat menyebabkan burnout. Namun sayangnya, menurut dia, work anxiety sering kali diremehkan.

Work anxiety mengacu pada tekanan emosional dan ketidaknyamanan yang dialami oleh karyawan dalam menanggapi tuntutan, tekanan, dan ekspektasi yang terkait dengan lingkungan kerja mereka. Bentuk kecemasan ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan dan produktivitas individu secara keseluruhan,” kata Kapoor seperti dilansir Hindustan Times, Senin (11/9/2023).

Work anxiety juga dikenal sebagai kecemasan terkait pekerjaan, adalah jenis gangguan kecemasan tertentu yang ditandai dengan kekhawatiran, ketakutan, atau stres yang berlebihan terkait pekerjaan atau lingkungan kerja seseorang. Hal ini dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dapat dipicu oleh berbagai faktor yang berhubungan dengan pekerjaan.

Mulai dari, beban kerja, ketidakamanan kerja, konflik interpersonal, dan ekspektasi kinerja. Agar Anda bisa mengantisipasinya, berikut beberapa gejala umum dari work anxiety yang perlu diwaspadai.

  1. Kekhawatiran yang berlebihan

Individu dengan kecemasan di tempat kerja sering mengalami kekhawatiran yang terus-menerus dan tidak rasional mengenai performa kerja, atau interaksi di tempat kerja. Kekhawatiran ini dapat menyita perhatian dan mengganggu kemampuan mereka untuk fokus pada pekerjaan.

  1. Gejala fisik

Kecemasan dapat bermanifestasi secara fisik, yang mengarah pada gejala-gejala, seperti sakit kepala, ketegangan otot, masalah pencernaan, detak jantung cepat, dan keringat berlebih. Manifestasi fisik ini dapat membuat tidak nyaman dan mengganggu.

  1. Kesulitan berkonsentrasi

Work anxiety dapat membuat karyawan sulit berkonsentrasi pada tugas dan mengambil keputusan. Karyawan dapat menjadi mudah terganggu, pelupa, atau kewalahan oleh masalah kecil yang berhubungan dengan pekerjaan.

  1. Menunda-nunda pekerjaan

Kecemasan dapat menyebabkan penundaan dan penghindaran pekerjaan, karena individu mungkin takut akan kegagalan atau kritik.

  1. Gangguan tidur

Kecemasan sering kali mengganggu pola tidur, yang menyebabkan insomnia atau gelisah pada malam hari. Tidur yang buruk dapat memperburuk kecemasan di tempat kerja dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

  1. Menarik diri dari pergaulan sosial

Karyawan yang mengalami work anxiety sering kali menghindari interaksi sosial di tempat kerja, karena takut dihakimi atau dikritik. Hal ini dapat berdampak pada dinamika dan kolaborasi tim.

  1. Perfeksionisme

Keinginan yang kuat untuk menjadi perfeksionis dapat menjadi gejala work anxiety. Individu dapat menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri mereka sendiri, yang menyebabkan peningkatan stres dan ketidakpuasan dengan kinerja mereka.

  1. Kelelahan fisik dan emosional

Pertempuran terus-menerus melawan kecemasan dapat menyebabkan kelelahan fisik dan emosional. Karyawan mungkin merasa terkuras, lelah, dan terkuras secara emosional, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan di tempat kerja secara efektif.

  1. Menurunnya kepuasan kerja

Work anxiety yang terus-menerus dapat mengikis kepuasan kerja dan kualitas hidup secara keseluruhan. Hal ini bahkan dapat menyebabkan kelelahan jika tidak ditangani. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.