Gaya Hidup

Konsumsi Makan tak Tepat dan Terganggunya Kesehatan Mental

SELAMA ini kita jarang memikirkan bahwa makanan memiliki kaitan langsung dengan kesehatan mental. Namun, ternyata makanan dan minuman tertentu bisa memperburuk kecemasan, bahkan memicu serangan depresi.

  1. Kopi

Bagi sebagian orang, terlalu banyak kafein dapat berdampak negatif pada kecemasan. Psikolog klinis berlisensi Brittney Jones mengatakan, terlalu banyak kafein bisa berdampak buruk pada orang yang memiliki banyak pemicu stres.

“Ketahuilah bahwa terlalu banyak kafein menyebabkan peningkatan respons kortisol dan dapat menyebabkan kelelahan adrenal, resep untuk stres, dan kelelahan yang terus-menerus, belum lagi masalah tidur,” kata Jones dilansir Huffpost, Jumat (2/6/2023).

Penelitian menunjukkan, mengonsumsi lebih dari 250 miligram kafein per hari atau kira-kira 2,5 cangkir kopi dapat berdampak negatif pada kecemasan. Bagi orang-orang yang mengalami kegugupan karena kopi, Jones mengatakan, kafein dari matcha atau teh hijau bisa menjadi alternatif bagus karena memberi banyak orang perasaan waspada berkat senyawa yang disebut L-theanine.

  1. Soda Diet

Psikiater bersertifikat dan salah satu pendiri SohoMD, Jacques Jospitre, Jr, mengatakan, soda diet tidak memiliki manfaat untuk kesehatan. Banyak soda diet yang mengandung fenilalanin, bahan kimia tambahan yang terkenal dapat mengacaukan neurokimia otak dengan menghentikan produksi serotonin dan dopamin, yaitu dua molekul yang kita butuhkan untuk suasana hati baik.

Selain itu, minuman ini memiliki pemanis buatan, seperti aspartam, yang dikenal sebagai racun saraf dan dapat meningkatkan hormon stres, seperti kortisol, serta meningkatkan jumlah radikal bebas di otak.

  1. Alkohol

Konselor profesional berlisensi dan pendiri Live Better Therapy Solutions, Danielle Tucci, menyarankan untuk menghindari alkohol saat mempertimbangkan kesehatan mental. Alkohol adalah depresan dan dapat menyebabkan keadaan suasana hati yang negatif.

“Ini mengacu pada periode di mana tubuh Anda pulih dari mabuk dan hormon stres, kortisol, meningkat,” kata Tucci.

  1. Makanan yang Sangat Diproses

Seorang psikolog klinis dan pendidikan, Aura De Los Santos, mengatakan, ketika dia makan makanan olahan tertentu, misalnya campuran panekuk dari toko bahan makanan, hal itu seketika menyebabkan lonjakan kecemasan.

“Saya sulit berkonsentrasi, suasana hati saya berubah, dan saya tidak merasa tenang. Kembung, sangat tidak nyaman, dan ini berdampak negatif pada kesehatan mental saya,” ujar De Los Santos.

Makanan ultra-olahan, kata dia, dapat mengubah bakteri di usus. Bakteri itu berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh yang akhirnya menyebabkan peradangan kronis. Peradangan dapat menyebabkan kembung, tetapi juga dapat menyebabkan depresi.

Senada, konselor profesional klinis berlisensi Matt Glowiak mengatakan, keterangan “pilihan yang lebih sehat” di lorong makanan beku dapat menyebabkan tanda-tanda depresi.

Makanan itu biasanya berkontribusi terhadap peradangan di usus, tempat sebagian besar serotonin atau neurotransmiter bahagia kita diproduksi tubuh. Ketika serotonin terganggu, hal itu berdampak pada kesehatan mental.

“Makan makanan beku ‘sehat’ memiliki energi dalam jangka pendek, kemudian saya kacau dan kombinasi antara depresi ringan dan kecemasan. Sekarang saya menjauh dan memilih untuk menyiapkan makanan utuh,” kata Glowiak.

  1. Permen dan Makanan Bergula Secara Umum

Seorang pekerja sosial klinis berlisensi, Jason Phillips, mengatakan, dia tidak akan makan permen, seperti Tootsie Rolls atau permen jagung. Permen jenis Halloween itu sangat manis dan gulanya meningkatkan peradangan dalam tubuh yang berhubungan dengan depresi. Studi pada 2015 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebut makanan bergula dan bertepung dapat menyebabkan depresi.

Meski begitu, konsumsi gula alami, seperti yang ditemukan pada buah, jauh berbeda dengan jenis permen. Faktanya, satu penelitian menemukan, orang yang ngemil buah sebenarnya cenderung tidak melaporkan gejala depresi. Jadi, meskipun permen dan sumber karbohidrat olahan lainnya dapat merusak kesehatan mental, tidak semua sumber gula demikian. (Huffpost)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.