Gaya Hidup

Kur Kir Kna, Upacara Tusuk Telinga Suku Doreri Papua Barat

MANOKWARI — Kur Kir Kna adalah sebuah upacara adat tikam, lubang, atau tusuk telinga yang dilakukan masyarakat Suku Doreri di Papua Barat. Uniknya, upacara ini tidak untuk sembarang orang, melainkan hanya untuk anak perempuan, terutama anak perempuan sulung.

Mengutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, anak perempuan yang akan ditindik telinganya dan diikutkan dalam upacara ini biasanya berusia sekitar 2-5 tahun. Sebelum pelaksanaan upacara lubang telinga dimulai, akan diadakan dansa adat terlebih dahulu.

Jika anak perempuan yang akan diikutkan upacara termasuk keluarga mampu, maka upacara akan dilaksanakan selama tiga hari tiga malam. Melewati malam ketiga dan memasuki pagi hari di hari keempat, barulah dilaksanakan prosesi tikam atau lubang daun telinga.

Konon, upacara ini dimaksudkan agar telinga dari anak perempuan menjadi agak lembut. Alhasil, akan mempermudah proses pelubangan.

Adapun alat yang digunakan untuk melubangi telinga adalah buluh atau bambu. Buluh tersebut akan diruncingkan dan dihaluskan sampai ujungnya menjadi tajam.

Nantinya, proses pelubangan akan dilaksanakan oleh om atau saudara laki-laki dari pihak ibu. Selain melubangi, pihak tersebut juga menyediakan anting emas yang akan dipakai oleh si anak perempuan.

Adapun saudara laki-laki lain dari pihak keluarga ibu akan menyediakan piring, uang, dan barang-barang apa saja yang akan diberikan kepada si anak. Sedangkan, keluarga dari pihak bapak bisanya akan menyediakan uang dan makanan-makanan mentah, berupa sagu dan kacang hijau.

Hingga kini, Kur Kir Kna masih menjadi salah satu upacara adat yang masih dilestarikan oleh Suku Doreri di Papua Barat. Kur Kir Kna sekaligus menjadi kekayaan adat istiadat dan budaya Nusantara yang tak lekang oleh zaman. (pbn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.