Gaya Hidup

Sejarah Panjang Lagu Malam Kudus, Lirik dan Maknanya

Lagu Natal Malam Kudus atau yang lebih dikenal dengan Silent Night telah menjadi salah satu Christmas carol atau lagu Natal paling populer yang melintasi batas-batas negara. Lagu ini tidak hanya menghiasi perayaan Natal di seluruh dunia, tetapi juga menjadi simbol kedamaian dan keajaiban.

Lagu yang mengisahkan tentang malam yang tenang dan cerah, serta keajaiban kelahiran seorang bayi yang lembut, ini pertama kali diabadikan dalam kata-kata pada 1816 oleh seorang imam Katolik asal Prusia (sekarang Austria) bernama Joseph Mohr. Saat itu, pascaperang Napoleon masih meninggalkan bekas luka di benua Eropa.

Menurut cerita, Pastor Joseph Mohr mendapat inspirasi untuk menciptakan lagu ini saat berjalan-jalan dan melihat ke luar dari kota yang sepenuhnya terbungkus oleh salju. Sambil menikmati keheningan malam musim dingin, Mohr menatap ke sebuah kartu Natal. Ia yang tengah memikirkan pertunjukan Natal tiba-tiba teringat sebuah puisi yang pernah ia tulis beberapa tahun sebelumnya.

Puisi itu adalah tentang malam ketika para malaikat mengumumkan kelahiran Mesias yang ditunggu-tunggu bagi para gembala di lereng bukit. Mohr menganggap kata-kata itu bisa menjadi pujian yang baik untuk pertunjukan pada malam Natal berikutnya. Sayangnya, dia tidak memiliki alat musik yang bisa dibawakan bersama puisi itu.

Keesokan harinya Mohr pergi menemui pemain organ dan direktur paduan suara gereja paroki Santo Nicholas Oberndorf, Franz Xaver Gruber. Gruber hanya memiliki waktu beberapa jam untuk menghasilkan melodi yang bisa dimainkan dengan gitar. Akhirnya, Gruber berhasil menyusun notasi musik untuk puisi itu.

Pada misa Malam Natal 1818, jemaat kecil Gereja Santo Nicholas Oberndorf mendengar Mohr dan Gruber menyanyikan Silent Night dalam Bahasa Jerman, Stille Nacht Heilige Nacht dengan iringan gitar Gruber.

Beberapa minggu kemudian, ahli organ terkenal Karl Mauracher tiba di Oberndorf untuk memperbaiki organ di Gereja Santo Nicholas. Ketika Mauracher selesai, dia mempersilahkan Gruber mencoba alat musik tersebut.

Ketika Gruber duduk, jari-jarinya mulai memainkan melodi sederhana yang ditulisnya untuk puisi Natal Mohr. Karena terkesan dengan lagu tersebut, Mauracher meminta salinan musik tersebut dan menulis judul Stille Nacht dalam bahasa Jerman (Silent Night) untuk dibawa kembali ke desanya di Kapfing.

Di sana, dua keluarga penyanyi terkenal, Rainers and the Strassers mendengarnya. Terpikat oleh lagu Silent Night, mereka memasukkan lagu baru tersebut ke dalam repertoar musim Natal mereka. Rainers and the Strassers kemudian menyebarkan lagu ini di Eropa utara. Pada 1834, keluarga Strasser membawakan lagu ini untuk Raja Prusia, Frederick William IV, dan pada 1839, keluarga Rainer mempersembahkannya di luar Trinity Church di New York City.

Seiring berjalannya waktu, Silent Night mengalami evolusi dan diterjemahkan ke lebih dari 300 bahasa dengan berbagai aransemen untuk berbagai suara dan ansambel.

Lagu ini berkumandang di gereja-gereja, alun-alun kota, bahkan di medan perang selama Perang Dunia I, ketika tentara dari berbagai pihak menyanyikannya saat gencatan senjata sementara pada Malam Natal.

Pada 1914, lagu ini, yang sudah dikenal di seluruh dunia, dinyanyikan bersamaan dalam bahasa Prancis, Jerman, dan Inggris.

Dengan kepopulerannya, misteri seputar lagu ini pun tumbuh. Setelah naskah asli hilang, beberapa dekade lamanya, spekulasi muncul bahwa musik tersebut mungkin ditulis oleh tokoh-tokoh besar seperti Haydn, Mozart, atau Beethoven. Namun, pada 1994, naskah asli ditemukan dalam tulisan tangan Joseph Mohr, dan Franz Xaver Gruber diakui sebagai pencipta melodi yang indah. Pada 2011 lalu, lagu Silent Night yang telah dinobatkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

Hingga saat ini, Museum Franz Xaver Gruber di Hallein dan Sekolah Joseph Mohr di Wagrain, Austria, tetap menghormati para pencipta lagu carol klasik ini. Masyarakat Stille Nacht Gesellschaft atau Silent Night Society memelihara museum virtual Silent Night, melacak berbagai acara, dan mempromosikan penggunaan keenam bait lagu tersebut, yang diucapkan oleh presiden Silent Night Society sebagai sesuatu yang mendorong perdamaian dan menuntut tanggung jawab terhadap dunia ini.

Lirik Lagu Malam Kudus dalam bahasa Indonesia

Malam kudus, sunyi senyap, dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang

Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!

Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat.
tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

Lirik lagu Malam Kudus dalam bahasa Inggris

Silent night, holy night!
All is calm, all is bright
Round yon virgin mother and child
Holy infant so tender and mild
Sleep in heavenly peace
Sleep in heavenly peace

Silent night, holy night!
Shepherds quake at the sight
Glories stream from heaven afar
Heavenly hosts sing Alleluia!
Christ the Savior is born
Christ the Savior is born

Silent night, holy night!
Son of God, love’s pure light
Radiant beams from Thy holy face
With the dawn of redeeming grace
Jesus, Lord, at Thy birth
Jesus, Lord, at Thy birth

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.