Gaya Hidup

Sulit Memaafkan Orang Tua, Lakukan Empat Langkah Ini

MEMAAFKAN sering kali merupakan kunci untuk menemukan kedamaian dengan suatu situasi. Misalnya, memaafkan seorang teman atau rekan kerja, karena melakukan sesuatu yang menyebabkan kita sakit hati.

Sering kali memaafkan itu paling mudah dilakukan pada seseorang yang tidak memiliki hubungan kuat dengan kita. Seperti seseorang yang memotong antrean atau yang tidak dekat dengan kita di tempat kerja.

Tetapi, ketika harus memaafkan orang tua untuk semua hal yang kita alami pada masa kecil, rasanya seperi hal yang mustahil. Utamanya ketika kita secara tidak sadar meyakini bahwa garis keturunan yang sama secara otomatis memberi kita hadiah waktu.

Dan yang dapat memperumitnya adalah ketika kita memiliki orang tua yang menghargai semua pencapaian kita, tetapi tidak pernah memuji tanggung jawab atas tantangan yang kita hadapi ketika menjadi dewasa.

Lagi pula, orang tua kita juga tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadap kita, kita tidak pernah kekurangan apa pun, dan mereka yakin telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Dan semua itu mungkin benar, tetapi itu tetap tidak membatalkan semua hal yang kita ingat.

Seperti bagaimana orang tua sering stres dan marah, atau bagaimana kedua orang tua saling bertengkar secara verbal dan fisik. Mungkin mereka menggunakan kita sebagai pion perceraian atau salah satu orang tua secara terbuka mengkritik yang lain dan sebaliknya.

Atau ada orang tua yang suka membanding-bandingkan, dan sering membiarkan kita sendirian. Kita juga telah mencoba untuk berbicara dengan orang tua dan itu selalu salah.

Orang tua berani menyangkal kesalahan apa pun dan mengalihkan pembicaraan, yang membuat kita merasa bersalah, serta mengabaikan perspektif kita. Dilansir dari Psychology Today, Jumat (21/4/2023), banyak orang yang sulit memaafkan orang tua karena berkaitan dengan rasa keadilan.

Banyak yang ingin orang tuanya meminta maaf atas kesalahan mereka dan mengakui bahwa mereka penyebab masalahnya. Dan dalam semua kasus, banyak pula orang tua yang menyangkal masa lalu.

Kemudian permintaan maaf tidak pernah datang serta hubungan tetap tegang dan penuh dengan konflik dan pertengkaran. Hidup terus berjalan untuk orang tua, tetapi kita mendapati diri kita berada dalam penjara kemarahan dan sikap tidak mau memaafkan.

Beberapa orang mungkin memutuskan untuk pergi terapi, berharap menemukan cara untuk mendapatkan permintaan maaf dari orang tua mereka. Namun, seperti kebanyakan hal, menemukan kedamaian untuk diri sendiri adalah proses yang membutuhkan waktu, dan ada langkah-langkah yang dapat diikuti:

  1. Identifikasi semua emosi dan beri emosi tersebut ruang

Jika kita diberi tahu berulang kali bahwa orang tua melakukan yang terbaik yang mereka bisa, mengakui bahwa kita merasa marah terhadap mereka mungkin tidak nyaman dan kita mungkin merasa tidak tahu terima kasih. Jangan menilai emosi itu, dan biarkan saja terjadi.

  1. Kenali orang tua lebih dalam

Seberapa baik kita mengenal orang tua kita? Apa yang kita ketahui tentang siapa mereka sebelum kita lahir? Dalam beberapa kasus, mengetahui bahwa orang tua memiliki pengalaman masa kecil yang buruk dapat membantu kita lebih memahami mengapa mereka membesarkan kita dengan cara tertentu.

Mungkin orang tua kita tidak siap untuk memiliki anak dan mereka benar-benar melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki saat itu. Mengetahui orang tua kita sangat menderita mungkin membuat kita sangat sulit untuk tetap marah.

Terutama jika kita dapat melihat bahwa pengalaman kita adalah bagian dari pola hubungan disfungsional yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perlu diingat bahwa mengetahui apa yang orang tua alami tidak berarti pengalaman dan emosi kita tidak valid.

Kita bisa memiliki pengertian dan kasih sayang untuk mereka, tapi juga merasakan kemarahan, kebencian, dan sakit hati atas pengalaman kita sendiri. Ini adalah bagian penting dari proses penyembuhan.

  1. Sebagian dari kita telah melakukan sesuatu dalam hidup yang membuat malu

Menerima sepenuhnya siapa diri kita dan mengakui kesalahan yang telah kita perbuat adalah proses yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan keberanian, yang mungkin tidak dimiliki oleh orang tua. Ini menjelaskan mengapa orang tua menjadi begitu defensif dan menyangkal segalanya.

Jika kita dapat memahami bahwa setiap orang memiliki prosesnya sendiri, mungkin akan lebih mudah bagi kita untuk melihat orang tua sebagai manusia biasa, dan bukan sebagai orang tua yang kita harapkan.

  1. Kita membutuhkan orang tua untuk setuju dengan apa yang kita rasakan

Memiliki pikiran ini dapat membantu memandu percakapan dan membantu kita membingkai ulang pendekatan. Mengakui pengalaman orang tua dapat membantu membentuk ikatan yang lebih kuat, karena kita terhubung secara emosional daripada hanya meminta mereka menyetujui apa yang terjadi di masa lalu. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.