Gaya Hidup

Trik dan Intrik Optimalisasi SEO

PADA era digital seperti saat ini, kehadiran sebuah brand atau jenama di jagat maya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis. Optimalisasi search engine optimization (SEO) pun sudah mutlak dilakukan.

CEO Toffee Dev dan Toffee Events, Ryan Kristo Muljono menyebutkan, tips dan trik optimalisasi SEO yang selama ini ia lakukan, yakni jangan membohongi mesin karena tujuan SEO bukan untuk lebih cepat.

Yang Ryan maksud dari hal tersebut adalah bukan untuk membohongi mesin supaya kita bisa muncul di halaman pertama, lebih mudah ditemukan. Tetapi, bagaimana kita secara sadar bisa ditemukan oleh orang-orang dari sektor bisnis yang kita tuju, supaya kita memberi manfaat untuk orang lain.

“Jadi untuk yang baru mulai, jangan pernah belajar cara yang digunakan untuk membohongi mesin,” ujar Ryan mengingatkan.

Di sisi lain, Founder & CEO Media Buffet PR, Bima Marzuki menyatakan, SEO adalah cara untuk kita mengetahui audiens. Lalu, setelah itu barulah kita membuat keputusan bisnis. Misalnya, konten seperti apa yang akan kita buat, penjualan, strategi branding, dan lain-lain.

Kedua, Bima melanjutkan, SEO adalah proses. Jadi, menurut Bima, jangan nanti baru melakukan SEO selama sebulan, hasilnya tidak ada, setelah itu berhenti. “Kami melakukan proses, kami mengenal SEO dari 2018, lalu kami mempelajari, lalu dikembangkan yang namanya digital public relation. Itu hasilnya terlihat enam bulan, tujuh bulan kemudian, dan terasa sampai sekarang, tapi itu sebuah proses yang harus kami jalani terus-menerus,” kata Bima.

Ketiga, ketika orang-orang sudah berkenalan dengan SEO, Bima menjelaskan, hal itu sebenarnya mereka sudah punya hak istimewa untuk melihat perilaku orang dari jauh.

Contohnya, sebulan sebelum Lebaran, pencarian mobil bekas naik karena orang-orang mau membeli mobil bekas buat dibawa ke kampung halaman. “Cek datanya ke Gaikindo. Bukan cuma mobil bekas, tapi juga mobil baru. Sebulan sebelum Lebaran itu spike, sebulan setelah Lebaran itu drop, nanti akhir tahun naik lagi. Nah itu sebuah pola yang saya tahu dari mana? Dari SEO,” ujarnya.

Bima memberi contoh dengan memosisikan dirinya sebagai penjual aksesori mobil. Menurut dia, kalau dirinya tahu pola itu, bayangkan dia bisa merancang aksesori mobil yang cocok mudik tahun depan. Misalnya, yang bisa dipasang di mobil Avanza atau mobil lainnya.

Contoh berikutnya adalah kalau Bima tahu orang-orang masih banyak yang mudik dengan mengendarai motor, dirinya membuat aksesori mudik naik motor, walaupun tak bisa dimungkiri, mudik dengan motor sebenarnya tidak aman.

Nah jadi mereka punya kemampuan buat membaca behaviour orang dari jauh, tanpa perlu menanyai satu per satu. Nah, saya rasa itu kesempatan yang langka, dan ketika kita sudah belajar SEO, kita masih terus meng-upgrade diri, ilmunya evolve, berkembang,” katanya.

Literasi Pengguna 

Bima merasa, saat ini literasi pengguna internet di sisi edukasi untuk internet baik sudah sangat masif. Karena ada banyak pihak yang terlibat, yakni pemerintah juga perusahaan raksasa, seperti Google dan Facebook.

Namun, di bidang yang lain, menurut Bima, masih kurang. Misalnya, seperti bagaimana menggunakan internet untuk bisnis, terutama di level UKM.

Dia mengatakan, saat ini banyak dari para pelaku usaha yang sadar bahwa saat ini harus memiliki website. Tetapi setelah setahun, website mereka tutup sebab mereka tidak mengerti cara menggunakan website itu.

Website itu kan adalah infrastruktur digital, ya kan? Mereka enggak ngerti ‘Gue harus ngisi konten apa, berapa lama sekali ngisi kontennya, habis itu website-nya mesti dibikin seperti apa supaya kontennya itu berbuah sales, terus bulan pertama mesti ngapain, kedua ngapain, ketiga, keempat, lima, enam, nah seperti itu,” ujar Bima.

Sayangnya, ia melanjutkan, tidak banyak praktisi marketing yang repot-repot mengedukasi. “Hal ini tak lepas dari, banyaknya pola pikir yang berpikir ‘kalau gue mengedukasi, orang-orang jadi tahu, gue enggak dipakai,” kata Bima.

Hal itu pun terjadi pada dirinya yang telah mengedukasi sejak 2017. Namun, selalu ada kesempatan dan manfaat dalam upaya berbagai ilmu. Untuk itulah SEOCon digelar. Acara ini merupakan konferensi SEO terbesar di Indonesia yang akan digelar pada 24-25 Mei 2023 di The Kasablanka Hall, Jakarta.

Pada tahun ini, SEOCon Jakarta berfokus pada tema ‘Performance-Oriented Marketing’, yaitu strategi pemasaran yang berorientasi pada hasil akhir, seperti download, click engagement, dan sebagainya. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.