Gaya Hidup

Waspada! Penyakit Stroke dapat Menyebabkan Kematian

Otak adalah organ vital yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup manusia karena saling terkait dengan organ tubuh lainnya. Ketika otak mengalami gangguan, fungsi organ tubuh lain juga akan terdampak dan bisa mengakibatkan kondisi serius, seperti cacat fisik hingga membahayakan nyawa. Salah satu gangguan pada otak yang sering terjadi adalah stroke.

Otak manusia bisa berfungsi dengan baik jika darah mengalir melaluinya. Dua pembuluh darah besar yang berada di kedua sisi leher, membawa darah dari jantung ke otak. Pembuluh darah kemudian bercabang dan menjadi lebih kecil dan lebih kecil lagi, sampai pembuluh darah terkecil memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian otak.

Stroke  adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat, secara umum dibagi menjadi dua jenis. Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti, sementara stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak.

Penyakit stroke menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015 dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014.

Angka kejadian stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥ 15 tahun sebesar (10,9%) atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang (Data dari Kemenkes, 2018).

Gejala Awal Stroke

Gejala awal stroke yang terjadi dapat ringan, namun jika diikuti dengan gejala lainnya maka Anda perlu meningkatkan kewaspadaan. Berikut adalah beberapa gejala awal yang umumnya dialami oleh penderita stroke:

1. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan rasa nyeri yang biasa terjadi. Namun, jika semakin parah disertai dengan rasa mual muntah, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit.

2. Sulit Berbicara

Gejala awal stroke dapat ditandai dengan kesulitan saat berbicara dan memahami perkataan orang lain.

3. Lumpuh pada Anggota Tubuh Tertentu

Pada stroke ringan, kelumpuhan biasanya menyerang anggota tubuh tertentu seperti wajah, kaki, dan tangan.

Anda dapat melakukan tes ringan di rumah untuk mendeteksi adanya potensi kelumpuhan akibat gejala stroke. Cobalah untuk menggerakkan kaki atau tangan secara bersamaan untuk mengetahui apakah anggota tubuh dapat bergerak dengan baik. Selain itu, cobalah tersenyum untuk mengetahui ada atau tidaknya rasa kaku pada area wajah.

4. Gangguan Penglihatan

Gejala awal stroke juga bisa dimulai dengan gangguan penglihatan seperti pandangan buram atau gelap secara tiba-tiba.

Tanda–Tanda Stroke yang Perlu Diwaspadai

“AWAS” adalah cara mudah untuk mengetahui tanda–tanda stroke yang datang tiba–tiba. Berupa singkatan dari :

(A)da Gangguan Bicara? — Apakah ucapan Anda terdengar tidak jelas dan kesulitan berbicara serta dimengerti? Cobalah ucapkan kalimat sederhana berulang kali seperti “langit biru.” Apakah kalimat terulang dengan benar dan lancar?

(W)ajah Tidak Simetris — Apakah satu sisi wajah terasa berat atau mati rasa? Cobalah tersenyum dan melihat apakah terdapat sudut mulut yang tidak sama rata.

(A)nggota Gerak Tubuh Terasa lemah — Apakah salah satu lengan Anda terasa lemah atau mati rasa? Cobalah mengangkat kedua lengan Anda. Apakah satu lengan tidak terangkat?

(S)egera ke Rumah Sakit! — Jika seseorang menunjukkan gejala tersebut dan meskipun gejalanya telah hilang, segera mencari pertolongan ke rumah sakit.

Cara Mencegah Stroke Sejak Dini

Guna menghindari terkena penyakit Stroke, ada beberapa cara pencegahan stroke sejak dini, antara lain :

1. Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi

Cara mencegah stroke sejak dini yang dapat Anda lakukan dengan mudah adalah mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sesuai dengan pesan gizi seimbang.

Variasikan makanan dengan nutrisi yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, serat, dan lain sebagainya.

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan. Batasi konsumsi makanan asin, manis, dan berlemak. Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari

2. Menghindari Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam diketahui dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Di mana, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari terjadinya stroke.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas konsumsi garam per orang yaitu tidak lebih dari 2.000 mg sehari.

3. Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok merupakan gaya hidup tidak sehat yang perlu diberhentikan untuk mencegah stroke sejak dini. Pasalnya, merokok dapat memicu penggumpalan darah dan penyempitan pembuluh darah. Hal ini memungkinkan terjadinya gangguan aliran darah menuju otak.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga secara rutin, minimal 4-5 kali dalam seminggu, akan membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Anda dapat melakukan beberapa olahraga sebagai upaya pencegahan stroke, di antaranya yaitu jalan pagi, bersepeda, berenang, dan lain-lain.

5. Melakukan Diet

Selain hipertensi, obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko stroke. Lantaran, obesitas dapat memicu munculnya plak lemak pada arteri yang mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh, salah satunya otak.

6. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan secara Rutin

Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu Anda untuk mengenali kondisi tubuh secara keseluruhan. Dengan begitu, kondisi kesehatan yang bisa memicu terjadinya stroke dapat terhindari sedini mungkin.

7. Mengendalikan Emosi

Di samping menjaga kebugaran tubuh, kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan sebagai cara mencegah stroke sejak dini. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan mental yaitu mengendalikan emosi dengan baik.

Demikian penjelasan mengenai penyakit stroke yang perlu Anda waspadai. Salam sehat !

 

Lettu Ckm dr. Andrea Evans Khosasih, Dokter Rindam XVIII/Kasuari, Manokwari Selatan, Papua Barat.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.