Gaya Hidup

Zumba dan Permen untuk Tekan Diabetes pada Anak

PREVALENSI kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada Januari 2023. Namun, kasus diabetes anak ini dapat ditekan, dengan mengajak anak untuk ikut zumba yang biasanya hanya identik untuk orang dewasa.

Penyanyi sekaligus pegiat zumba, Denada Tambunan, menyerukan anak-anak untuk aktif berolahraga, salah satunya dengan zumba kids. “Zumba kids adalah olahraga yang dirancang untuk anak-anak agar aktif dengan gerakan aerobik,” ucap dia dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Menurut Denada, gerakan dan musik yang digunakan untuk zumba kids, tentunya harus ramah anak. Perbedaan zumba kids adalah penambahan permainan dan elemen eksplorasi budaya ke dalam struktur kelas.

Anak-anak dapat mengikuti kelas zumba kids yang berdurasi 30 hingga 45 menit sebanyak dua hingga tiga kali per pekan. Dengan aktif mengikuti kelas zumba kids, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gerak badan anak sehingga tubuh tetap sehat.

Sebagai orang tua, tentu tidak ingin melihat anak jatuh sakit, apalagi terkena diabetes. Walaupun tidak bisa dimungkiri bahwa makanan dan minuman manis sudah menjadi favorit bagi anak-anak. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek negatif dari makanan dan minuman manis, adalah dengan mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga atau bermain. “Sebab, dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin dan teratur, dapat menjaga glukosa dalam darah tetap normal,” ujar Denada.

Tidak hanya menyehatkan tubuh, zumba kids juga memiliki beragam manfaat lainnya bagi anak-anak. Di antaranya membakar kalori lemak, meningkatkan self-esteem atau rasa percaya diri anak, menghilangkan stres, meningkatkan koordinasi pada anggota tubuh, melatih ingatan dan keseimbangan dalam mengikuti gerakan, serta meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang.

Diabetes menjadi salah satu penyakit penyebab kematian terbesar di dunia. Namun, penanganan di masyarakat hanya sebatas membatasi asupan gula atau melakukan suntik insulin.

Merujuk dari hal tersebut, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam satu tim mengembangkan inovasi berupa permen jeli. Inovasi ditunjukkan sebagai upaya preventif diabetes, terutama di kalangan anak-anak.

Menariknya, ide yang dituangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini berhasil lolos dan didanai Kemdikbud-Ristek RI. Adapun tim tersebut terdiri atas mahasiswa jurusan Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ketua tim PKM, Herlina Diah Ayu Rosita mengatakan, permen jeli ini dibuat dengan bahan dasar ekstrak zerumbone pada lempuyang dengan xylitol ampas tebu.

Pemilihan bahan ini tidak lepas dari realita bahwa kandungan lempuyang memiliki khasiat yang dapat dijadikan alternatif pengontrol gula darah. Selain itu, bahan ini juga sangat mudah didapatkan dan diperjualbelikan di pasar dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian, semua kalangan dapat dengan mudah menemukan dan menggunakannya.

Sebagaimana diketahui, saat ini masyarakat hanya diminta membatasi asupan gula untuk mengantisipasi diabetes. Selain itu, juga diminta untuk melajukan suntik insulin. Padahal, hal itu memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga mereka yang memiliki ekonomi rendah tidak dapat memenuhi kesehatan tubuhnya.

Menurut Herlina, selama ini belum ada penelitian yang membahas ekstrak zerumbone pada lempuyang dengan xylitol ampas tebu. Beberapa di antaranya hanya membahas antihyperglycemia dengan ekstrak jahe, yang hanya mengurangi kadar gula darah yang tinggi pada tubuh.

Hingga saat ini, PKM-RE ini sudah masuk ke tahap pengesktrakan tumbuhan lempuyang wangi dan fermentasi xylitol. Ia mengaku, timnya cukup kesusahan mencari daftar referensi yang bagus dalam melakukan metode pembuatannya. “Tetapi saya yakin, dalam waktu dekat produknya sudah bisa diproduksi dan dicoba,” katanya.

Herlina dan tim berharap, inovasi permen jeli ini dapat mengubah perspektif masyarakat tentang permen yang biasanya dinilai tinggi gula. Selain itu, juga menekan angka anak-anak yang potensial terkena penyakit diabetes pada masa muda bahkan saat tua nanti. (REP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.