Puluhan Pegawai Kejari Fakfak Ikut Pemeriksaan Urine

MANOKWARI, PB News – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat melakukan pemeriksaan urine terhadap 20 pegawai Kejaksaan Negeri Fakfak, pada Sabtu (17/10/2020).

Kepala Bidang P2M BNNP Papua Barat, drg Indah Perwitasari, mengatakan, kegiatan pemeriksaan urine yang dilakukan itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (RAN P4GN). Regulasi tersebut mengintruksikan semua pegawai kementerian/lembaga harus berperan aktif dalam pelaksanaan sosialisasi, tes urine, dan pembentukan satgas untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Ini merupakan komitmen kita bersama  dalam melawan narkoba,” ucap Indah melalui rilis pers yang diterima Papua Barat News di Manokwari.

Langkah mempersempit ruang penyalahgunaan narkoba, maka harus dilakukan secara bersama. Mulai dari lapisan masyarakat, pemerintahan, aparat keamanan, pendidik atau guru sampai lembaga vertikal.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Kejari Fakfka agar mampu menjadi pelaku edukasi kepada masyarakat umum tidak terkontaminasi dengan masalah narkoba yang meresahkan.

“Mulai dari keluarga, tetangga, dan lingkungan. Edukasi soal dampak buruknya penggunaan narkoba, tidak ada untungnya menggunakan narkoba,” kata Kabid P2M.

Kepala Kejari Fakfak, Firdaus, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan BNNP Papua Barat dalam melakukan pemeriksaan urine seluruh pegawai kejaksaan baik itu di kalangan jaksa ataupun pengawainya. Hal ini guna menghindari penyalahgunaan narkoba di lembaga yang ia pimpin.

Hasil dari pemeriksaan tersebut, seluruh pegawai Kejari Fakfak dinyatakan negatif atau tidak terkontaminasi dengan narkoba.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: