Imigrasi: Batas Larangan Masuk WNA ke Papua Barat

MANOKWARI, PB News – Larangan masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) ke wilayah Papua Barat masih diberlakukan hingga 28 Februari 2021. Karena itu aktivitas orang asing, baik kunjungan wisata, kegiatan keagamaan dan bisnis, tidak diizinkan sampai pembukaan akses masuk WNA ke wilayah Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari, Imam Teguh Adianto mengatakan sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Gugus Tugas Nasional Percepatan Penangan Pandemi Covid-19 tentang pembukaan izin masuk bagi WNA ke wilayah Indonesia. Karena itu pembatasan larangan masuk bagi WNA masih diberlakukan sampai 28 Februari 2021.

“Otomatis sampai hari ini belum ada pembukaan izin masuk di Papua Barat,” ujarnya di Manokwari, Kamis (18/2/2021).

Imam mengatakan upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari penyebaran berkembangnya virus SARS COV-2 varian B117 yang lebih mudah menular.

“Kita tunggu saja apakah sesudah tanggal 28 Februari ada kebijakan baru, kami pada prinsipnya siap melaksanakan instruksi pusat,” urainya.

Sementara bagi WNA yang telah mengantongi izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas, izin kunjungan dan izin tinggal terbatas serta izin tinggal tetap dapat berada dan beraktivitas  di wilayah Papua Barat. Apabila hendak berpergian keluar negara  dapat dilakukan selama telah mengantongi izin.

“Arus keluar masuk WNA belum dibuka kecuali bagi mereka yang sebelumnya telah memiliki izin tinggal sebelum pandemi merebak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia menyatakan belum dibukanya akses masuk bagi WNA menyebabkan sejumlah destinasi wisata di Papua Barat meradang.

Kondisi ini menurutnya adalah akibat langsung pandemi global Covid-19 yang menghajar dunia, termasuk Papua Barat. Dia berharap pemerintah pusat segera mengevaluasi kebijakan pelarangan akses masuk WNA ke wilayah Indonesia sehingga sektor pariwisata kembali hidup.

“Pelarangan akses masuk dan keluar bagi WNA menyebabkan sektor pariwisata meradang,” jelasnya.

Wabia optimistis pembukaan kembali akses masuk bagi WNA dapat memompa kembali denyut nadi pariwisata di Papua Barat. Karena itu kebijakan pembukaan akses masuk bagi WNA harus juga diikuti oleh penerapan protokol kesehatan secara ketat di sejumlah pintu masuk dan destinasi wisata.

Pelaksanaan protokol kesehatan seperti Mencuci tangan, menggunakan masker, memakai  hand sanitizer serta menjaga jarak saat beraktivitas sangatlah penting dalam rangka menekan laju penularan Covid-19 di daerah wisata.

“Bila nanti akhirnya dibuka kembali maka kedisiplinan mematuhi 3 M harus benar – benar dilaksanakan,” pungkasnya. (PB22)

Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Jumat 19 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: