Polda Papua Barat Kawal Pemakaman Dua Korban Penikaman di Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat memastikan untuk mengawal seluruh proses pemakaman dua korban penikaman yakni HS dan DW.

Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, pengawalan tersebut untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama proses pemakaman dua korban penikaman. Jumlah personil pengaman yang diturunkan adalah 320 personil.

“Gabungan untuk mengawal proses pemakaman dari rumah masing-masing menuju TPU Pasir Putih Manokwari,” ujar Adam Erwindi melalui keterangan resminya, Rabu (24 Maret 2021).

Dia menambahkan, pengamanan ini akan dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua Barat Kombes Pol Tri Admodjo Marawasianto. Ada 11 titik ruas jalan di Kota Manokwari yang akan diamankan selama proses pengantaran kedua jenazah korban penikaman menuju TPU Pasir Putih.

“Titik pengamanan itu antara lain, rumah duka almarhum HS (Nusantara), rumah duka DW (Transito), Pasar Wosi, Pasar Sanggeng, Pasar Borobudur, Kampung Makasar, Kampung Bugis, Tl Makalow, Tl Haji Bauw dan Polsek Kota,” jelas mantan Kapolres Manokwari ini.

Dia berharap seluruh rangkaian acara pemakaman dua korban dapat berjalan dengan aman dan lancar. Untuk itu, Polda Papua Barat mengimbau kepada seluruh warga Kota Manokwari dapat berpartisipasi dalam menjaga situasi keamanan dan tidak mudah terprovokasi.

“Mari torang jaga Manokwari tetap aman dan kondusif. Jangan melakukan aksi yang melanggar undang-undang agar tidak berurusan dengan hukum,” pungkas Kombes Pol Adam Erwindi.

Diberitakan sebelumnya, Polda Papua Barat telah menangkap pelaku penikaman yang menewaskan DW (40) dan HS (35). Kedua korban tewas ditangan pelaku berinisial AA pada Selasa (23 Maret 2021) sekitar pukul 04.00 WIT dini hari.

Korban DW sempat dievakuasi ke Rumkital Manokwari oleh Kepolisian, namun nyawanya tak tertolong. Sementara, HS tewas di tempat kejadian perkara (TKP) halaman mess ladies milik salah satu tempat karaoke, di Jalan Trikora Wosi-Manokwari. AA nekat menikam kedua korban menggunakan sebilah badik (pisau) lantaran tersinggung dengan ucapan kedua korban.

“Pelaku ditangkap tim gabungan di kediamannya, tanpa perlawanan. AA diamankan beserta barang bukti berupa senjata tajam jenis badik,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat Kombes Pol Ilham Saparona kepada Papua Barat News, Selasa sore.

Saparona menjelaskan, sementara ini AA ditetapkan sebagai tersangka tunggal berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan lima orang saksi yang melihat langsung insiden penikaman tersebut. Para saksi merupakan pekerja karaoke itu.

“Sementara ini tersangkanya satu orang, tetapi penyelidikan dan penyidikan masih berlanjut. Warga Manokwari tetap tenang, bantu jaga Kamtibmas tetap kondusif. Beri kepercayaan kepada institusi Polri dalam penuntasan perkara ini,” kata Saparona.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi menerangkan, insiden penikaman yang dilakukan oleh AA terhadap kedua korban, berawal dari adu argumen diantara mereka. Namun, AA yang yang kesal dan tersinggung dengan ungkapan para korban, akhirnya nekat melakukan tindak kriminal.

“Bermula dari percecokan antara kedua korban dan pelaku di salah satu mess,” ujar Erwindi.

Atas perbuatan tersebut, tersangka AA dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan jo Pasal 351 ayat (3) KUHP. (RLS/PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: