2020, BPR Modern Papua Optimis Capai Target

 

MANOKWARI, papuabaratnews.co PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Modern Papua optimis mampu mencapai target penyaluran kredit di tahun 2020 sekitar Rp70 miliar. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan realisasi penyaluran kredit pada tahun 2019 sebesar Rp58,34 miliar

Direktur BPR Modern Papua, Mursalim, mengatakan, perekonomian dunia di tahun 2020 mengalami situasi yang sulit karena terjadi bencana non alam. Sehingga, strategi efektif penyaluran kredit lebih menyasar kepada aparatur sipil negara dan pensiunan

“Kredit konsumtif porsinya lebih besar dari kredit produktif, ya kalau persentasenya 70 dan 30 persen. Kita tetap optimis,” kata dia saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Selasa (12/5/2020).

Untuk itu, kata dia, perfoma sumber daya di lapangan harus dioptimalkan. Metode pemasaran pun dilakukan dengan dua cara yakni cara konvensional atau tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan, dan juga promosi virtual melalui platform digital.

“Kalau mau tatap muka juga tetap jaga jarak, tapi kita juga promosi lewat platform digital,” terang dia.

Hal ini, sambung Mursalim, dapat dilihat dari rata-rata pencapai kinerja catur wulan pertama yang hampir menyentuh 90 persen dari target. Sehingga, akumulasi penyaluran kredit pun dapat diperkirakan akan maksimal hingga akhir tahun.

Selain target penyaluran kredit, upaya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di tahun 2020 terus digenjot agar menyentuh angka Rp100 miliar. Tahun 2019 lalu, BPR Modern Papua berhasil merealisasikan DPK sebesar Rp43,99 miliar.

“Rata-rata semua DPK maupun kredit kita target harus meningkat dari tahun 2019 lalu. Sehingga, total aset juga meningkat. Kita diharuskan capai 107 persen,” terang Mursalim.

Disinggung soal metode menjaga angka kredit macet (Noan Perfoming Loan/NPL) relatif stabil, kata dia, prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit menjadi prioritas sesuai anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Tagihan atau angsuran berjalan itu harus berjalan lancar,” kata dia.

Skema restrukturisasi kredit

Dalam masa pandemi ini, pihak BPR Modern Papua telah memberikan penjelasan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari soal skema restrukturisasi kredit sesuai Peraturan OJK bernomor : POJK11/POJK.03/2020.

Mursalim menuturkan, pemberian ruang bagi debitur yang terkena dampak Covid-19 adalah debitur dari sektor produktif seperti pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Sebab, penghasil dari debitur tersebut sangat bergantung pada tingakat aktivitas keseharian masyarakat.

“Yang kreditnya itu Rp10 miliar ke bawah dan sumber pembayaran debitur dari penghasilan harian,” kata dia.

Penerapan relaksasi kredit secara menyeluruh akan berdampak pada likuditas perbankan. Dengan demikian, relaksasi kredit bagi aparatur sipil negara tidak relevan dengan POJK tersebut.

“ASN tidak wajib dan tidak diizinkan mendapatkan keringan kredit,” tegas dia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, ada 21 bank yang belum menerapkan restrukturisasi kredit, karena masih mempelajari skema dan sedang menyesuaikan dengan pedoman POJK 11/POJK.03/2020.

Prinsipnya, POJK  itu sebetulnya untuk memberikan ruang bagi debitur-debitur yang berkinerja bagus tapi terdampak Covid-19. Kemudian, peraturan ini juga diharapkan dapat menjadi countercyclical dan menjadi bantalan dari dampak negatif penyebaran Covid-19. “Dengan restrukturisasi, debitur dapat memiliki ruang bernapas dan bank dapat secara proaktif membantu debitur-debitur yang dalam kondisi bagus menata cashflow-nya,” jelasnya.

Meski demikian, Heru mengatakan, OJK terus memperhatikan Loan At Risk (LAR) industri perbankan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini loan at risk perbankan meningkat karena kemampuan pandemi membuat debitur kesulitan membayar kredit.
“Harapannya, agar relaksasi yang diberikan Perbankan tidak berdampak signifikan terhadap industri perbankan,” kata Heru. Sejauh ini, Heru mengatakan, hingga kuartal 1 2020 kinerja rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan masih positif. OJK mencatat NPL gross Maret 2020 sedikit membaik ke posisi 2,77% dibandingkan pada Februari 2020 di level 2,79%. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: