23 OAP Terpapar Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Jumlah pasien terpapar virus corona atau Covid-19 di Provinsi Papua Barat, hingga Minggu (21/6/2020) bertambah 2 orang, dengan demikian jumlah akumulatif pasien Covid-19 di Papua Barat menjadi 224 kasus yang tersebar di 9 kabupaten/kota.

Dari 224 pasien positif Covid-19, 93 orang dalam perawatan, 128 sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Juru Bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, Arnold Tiniap menyebutkan tambahan 2 kasus baru ini berasal dari Kota Sorong.

“Hari ini dilaporkan ada penambahan 2 orang positif di Kota Sorong. Sehingga total tercatat kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi di Papua Barat berjumlah 224 orang,” ujarnya kepada awak media dalam keterangan resmi yang diterima Papua Barat News, Minggu (21/6/2020).

Arnod mengungkapkan, dari total 224 pasien positif Covid-19, terdapat 23 Orang Asli Papua (OAP) terpapar virus korona dan tersebar di beberapa kabupaten.

“Dari jumlah ini terdapat 201 warga non Papua dan 23 Orang Asli Papua (OAP) yang terpapar virus korona atau Covid-19,” ungkapnya.

Dikatakan, dari 23 OAP tersebut jumlah terbanyak berada di Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Raja Ampat.

“Terbanyak berada di Teluk Bintuni 9 kasus dan Raja Ampat 6 kasus. Sementara sisanya tersebar di beberapa daerah lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, hingga Minggu malam jumlah OTG sudah mencapai 2.530 orang, ODP sebanyak 1.206 orang dan PDP sebanyak 99 orang.

Adapun jumlah penyebaran virus korona di 9 kabupaten/kota di Papua Barat, yakni, Kota Sorong 84 orang, Kabupaten Sorong 50 orang, Teluk Bintuni 50 orang, Raja Ampat 19 orang, Manokwari 11 orang, Teluk Wondama 3 orang,  Fakfak 5 orang, Manokwari Selatan 1 orang,  dan Kaimana 1 orang.

34 Anak Terpapar

Lebih lanjut, Arnold menyebutkan sedikitnya 34 orang anak, usia 0-18 tahun yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Papua Barat. Sebaran daerahnya berada di Kabupaten Fakfak 1 anak, Raja Ampat 4 anak, Teluk Bintuni 2 anak, Kabupaten Sorong 12 anak, dan Kota Sorong 15 anak.

“Jumlah anak yang telah terpapar Covid-19 saat ini sudah 34 anak dan jumlah terbanyak ada di Kota Sorong sebanyak 15 anak,” ungkap Arnold.

Arnold menegaskan bahaya penularan Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa memandang suku atau pun agama. Karena itu setiap lapisan masyarakat yang ada di Papua Barat diharapkan melaksanakan prokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Ini guna memutus mata rantai penularan Covid-19 di antara masyarakat asli Papua di wilayah Papua Barat.

“Protokol kesehatan harus dilaksanakan minimal wajib menggunakan masker bila beraktifitas di luar rumah, dan membiasakan diri mencuci tangan,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: