Ancaman Krisis Pangan, Bupati Waran Imbau Pegawai Miliki Usaha Sampingan

RANSIKI – Ancaman krisis pangan dan inflasi akibat kondisi global yang tidak menentu, akan sangat mempengaruhi perekonomian serta daya beli masyarakat dunia termasuk di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran meminta setiap pegawai untuk bisa memiliki usaha sampingan.

“Akibat perang Rusia dan Ukraina ini tercipta inflasi dan resiko krisis pangan. Ukraina ini produsen gandum yang sangat besar, sehingga produk-produk seperti mie instan melambung. Ini yang harus kita perhatikan,” tuturnya, belum lama ini.

Menurutnya, dengan kekayaan alam yang dimiliki, masyarakat di Papua Barat khususnya Mansel bisa memanfaatkan sebagai sumber pendapatan.

“Kita di sini tanam apa saja bisa tumbuh. Baik sayur dan buah-buahan bisa di sini. Jadi para pegawai juga bisa manfaatkan lahan seperti pekarangan rumah, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

“Selain tanah, kita juga dianugerahi dengan lautan yang luas, sehingga untuk mencari ikan sangat bisa. Hal-hal sederhana seperti itu bisa kita lakukan, untuk mencukupi kebutuhan,” sambungnya.

Lanjut Waran, meski krisis pangan belum begitu terasa di Mansel, namun semua masyarakat harus bisa siap dan waspada dengan setiap kemungkinan.

“Jangan gengsi berkebun, karena tana kita ini dianugerahi dengan kesuburan. Memang sekarang ini kita di Mansel belum begitu terasa soal krisis pangan, tapi tetap harus bersiap,” pungkasnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: