BPOM Gelar Bimtek Komunitas GKPD selama Dua Hari

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari menyelenggarakan Bimbingan Teknis Komunitas Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) di Kampung Sidey Jaya dan Sidey Baru, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Rabu hingga Kamis (15-16 Mei 2019).

Dalam acara bimbingan teknis (Bimtek) komunitas ini, para kader pun diberikan kesempatan memaparkan seluruh persoalan dan menemukan solusi dari masalah keamanan pangan di wilayah setempat.

“Jadi kader-kader yang sudah Badan POM bimbing kemarin (1-2 April 2019) itu ditindaklanjut dengan bimtek komunitas ini,” kata Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi BPOM Manokwari Sila Fiqhi Dauati, saat dikonfirmasi papuabaratnews.co usai memaparkan materi bimtek di Aula Kampung Sidey Baru (SP10).

Dia melanjutkan, tujuan dari penyelenggaran bimtek komunitas adalah meningkatkan kepedulian terhadap keamanan pangan, membentuk komunitas keamanan pangan desa, serta meningkatkan kemampuan menerapkan praktik keamanan pangan yang baik di tingkat rumah tangga, dan IRTP (Industri Rumah Tangga Pangan).

“Supaya mereka bisa mengidentifikasikan masalah di wilayah seputaran para kader,” ujar dia.

Bimtek komunitas GKPD diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama peserta yang dihadiri sebanyak 45 peserta terdiri dari unsur guru, PKK, karang taruna dan aparat kampung Sidey Jaya. Bimtek komunitas dikemas dalam bentuk diskusi atas masalah-masalah di lapangan.

“hari ini (kamis.red) kita juga berikan bimtek bagi peserta Sidey Baru, karena yang kita intervensi dua desa di Distrik Sidey ini,” terang dia.

GKPD ini menjadi salah satu program Badan POM sejak 2014 yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang keamanan pangan, agar pengawasan keamanan pangan berbasis kearifan lokal dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat itu sendiri.

Setiap tahun Badan POM Manokwari ditugaskan mengintervensi tiga desa, dua desa di wilayah Kabupaten Manokwari dan satunya berada di luar dari Manokwari, namun masih dalam wilayah kerja Badan POM Manokwari.

“Nanti mereka (Peserta) akan mensosialisasikan ke masyarakat di sekitar mereka dari beberapa masalah yang mereka temukan di lapangan itu,” ujar dia.

Sejak tahun 2014 hingga 2015, jumlah desa yang telah diintervensi oleh Badan POM Manokwari sebanyak 15 desa. Sehingga, melalui kegiatan ini para kader dan peserta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari demi tercapainya pola konsumsi makanan olahan yang sehat dan higienis.

“Tahun 2019 ini ada penambahan 3 desa. 1 desa di Manokwari dan 1 desa di Sorong,” pungkas dia.

Dari pantauan awak media di lokasi, selama penyelenggaraan bimtek komunitas ini, para peserta tampak antusias dan aktif melakukan diskusi dalam empat kelompok. Hal ini terlihat dari sejumlah pertanyaan dari peserta atas masalah pangan yang dialami di sekitar lingkungan mereka.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: