Bupati Fakfak Dukung Penggunaan Aplikasi SAIK+

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bupati Fakfak Untung Tamsil mendukung penggunaan aplikasi Sistem Administrasi dan Informasi Kampung (SAIK+), untuk mengefektifkan pendataan penduduk. Sehingga, pelaksanaan program strategis peningkatan pembangunan kampung otonomi khusus (PROSPPEK Otsus) yang telah diluncurkan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada 2020 silam, tepat sasaran.

“Saya sangat mendukung penggunaan aplikasi ini,” kata Tamsil saat memantau langsung demonstrasi penggunaan SAIK+ di Fakfak, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pendataan penduduk yang spesifik menggunakan SAIK+ menjadi dasar dari ketepatan perencanaan pembangunan tingkat kampung yang ada di Papua Barat. Aplikasi SAIK+ juga sejalan dengan program pemerintah kabupaten yaitu ‘Fakfak tersenyum’.

“Kalau bisa ditambah dengan data yang berkaitan dengan sektor perikanan dan pertanian. Karena, sebagian besar masyarakat  Fakfak hidup dari dua sektor itu,” ucap dia.

Sementara itu, Communication Assistant PROSPPEK Otsus Papua Barat Syaifullah menjelaskan, pendataan dalam program tersebut dilakukan oleh para kader kampung yang tersebar pada 1.742 kampung di Papua Barat, termasuk 142 kampung dari 7 kelurahan di Kabupaten Fakfak. Untuk demonstrasi penggunaan aplikasi SAIK+ di Fakfak sudah diselenggarakan mulai 27 September 2021 sampai 1 Oktober 2021. “Dilakukan oleh dua kader yang berasal dari Kampung Tanama, Distrik Pariwari,” ucap Syaifullah.

Ia melanjutkan, pelatihan penggunaan SAIK+ dimulai dengan lokakarya dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pelaksanaan rapat koordinasi Sekretariat Bersama PROSPPEK Otsus Kabupaten Fakfak. Harapannya, pengumpulan data melalui SAIK+ dapat diintegrasikan dengan data lain yang telah dimiliki oleh beberapa instansi di Pemerintahan Kabupaten Fakfak. “Sehingga terbentuk forum satu data yang memudahkan akses bagi pemangkuan kepentingan di Fakfak,” tutur dia.

Melalui aplikasi SAIK+, sambung dia, data kependudukan bisa lebih spesifik. Misalnya, pemerintah kampung mudah mengetahui data orang asli Papua berusia produktif yang tidak atau putus sekolah. Tentunya, data yang detail sangat membantu pemerintah dalam melakukan perencanaan penganggaran pembangunan tingkat kampung. “Tinggal mengaktifkan filter di aplikasi SAIK+ itu,” ujar Syaifullah.

Ia menerangkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah mengalokasikan anggaran PROSPPEK Otsus tahun 2020 sebesar Rp471 miliar untuk 1.471 kampung, 95 kelurahan dan 218 distrik di seluruh Papua Barat. Per kampung memperoleh alokasi dana Rp225 juta, per kelurahan Rp150 juta dan per distrik sebanyak Rp100 juta.

“Pencairan dana-dana itu sudah 100% dilakukan,” terang Syaifullah.

Tentang PROSPPEK Otsus

Tahun 2020, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan telah meluncurkan PROSPPEK Otsus dan program perlindungan sosial untuk balita dan penduduk lanjut usia.

Tujuan dari PROSPPEK Otsus adalah meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kampung, kelurahan dan distrik dalam bidang ekonomi maupun pelayanan dasar khusus orang asli Papua (OAP). Hadirnya program ini juga diharapkan dapat menggenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat, serta program afirmasi bagi OAP.

Gubernur Dominggus Mandacan berharap, kedua program yang telah diluncurkan untuk OAP dapat bersinergi mendukung pencapaian salah satu visi Pemerintah Provinsi Papua Barat yaitu ‘Masyarakat Papua Sejahtera’.

Ada empat komponen PROSPPEK Otsus Papua Barat yakni memperkuat SAIK+, meningkatkan kader dan aparatur kampung, memperkuat distrik dalam tugas pengawasan dan pembinaan, dan memperkuat kemampuan dalam mendandani pelayanan dasar. Melalui keempat komponen itu, kampung diharapkan dapat mengelola dan menggunakan anggaran kampung menjadi lebih efektif. Hal ini sesuai dengan tujuan nasional dan kebutuhan kampung. (PB15)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 15 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: