Delapan dari 9 Laporan Pencemaran Lingkungan di Manokwari Sudah Tertangani

MANOKWARI – Dinas Lingkungan Hidup melalui Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan mencatat selama tahun 2021 setidaknya ada sembilan laporan terkait pencemaran lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan Yohanes Ada’ Lebang menjelaskan, 8 dari 9 laporan tersebut sudah selesai ditangani. Pengaduan yang masuk itu didominasi oleh pencemaran dari peternakan.

“Dari sembilan pengaduan yang masuk, hanya satu yang tidak tertangani yakni kandang babi di Brawijaya,” bebernya saat dikonfirmasi, Rabu (19/1/2022).

Lebang menerangkan, untuk pengaduan lingkungan lainnya pihaknya telah melakukan pembinaan kepada pelaku usaha, yakni dengan menyarankan untuk melakukan pembenahan saluran-saluran IPAL. Jika tidak, maka terpaksa akan diberikan sanksi berupa penutupan tempat usaha.

“Khusus ternak babi di Arowi, sudah dua kali pengaduan masuk ke kami. Jika sampai tiga kali maka lebih baik ditutup daripada mengganggu. Syukurlah pemiliknya setuju untuk melakukan pembenahan. Saran kami diterima, kita sepajat jika ada pengaduan ketiga maka kami melakukan penutupan,” jelas Lebang.

Untuk pencemaran udara dari salah satu pabrik pemecah batu di Sidey, kata Lebang, pihaknya telah mendapat laporan dari distrik dan dalam waktu dekat akan turun untuk melakukan pemantauan kualitas lingkungan. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: