Dewan Segera Tetapkan Pokok Pikiran DPR PB

MANOKWARI, PB News – Dalam watu dua hari ini DPR Papua Barat merencanakan akan segera menetapkan pokok pikiran (Pokir) DPR Papua Barat.

Pokok pikiran ini selanjutnya akan disampaikan ke Bappeda untuk selanjutnya pada pekan depan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Papua Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 di Kota Sorong.

“Beberapa hari ini kita (DPR PB) akan melaksanakan pleno penetapan pokok pikiran DPR dari hasil kunjungan kerja maupun reses. Pokok pikiran ini nantinya akan dimasukan ke Bappeda untuk kemudian dimasukan dalam program pada tahun 2019,” ujar Ketua DPR Papua Barat Pieters Kondjol kepada wartawan di Manokwari,  Rabu (18/4).

Dia menjelaskan, pada tanggal 13 April 2018 lalu sudah lakukan Musrenbang Otsus dan DPR sudah menyampaikan pokok pikiran DPR dalam musrembang tersebut.

Sementara pada tanggal 24 April 2018 nanti juga akan Musrenbang secara keseluruhan dan DPR Papua Barat juga akan memberikan masukan dalam kegiatan tersebut yang nantinya program akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

“Dalam 2 hari ini kita akan tetapkan pokok pikiran DPR dan akan dimasukan dalam Musrenbang. Kita juga akan melihat isu strategis masalah pengangguran, kesenjangan antar wilayah, terbatasnya sara dan prasarana air bersih dan lainnya,” katanya.

Dia meminta dana otonomi khusus 30 persen untuk pendidikan harus 30 persen dan arahnya kepada orang asli Papua. Begitu juga untuk kesehatan 15 persen dan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dana ini nantinya akan banyak disalurkan di kabupaten/kota sehingga harus dilakukan pengawasan dengan baik. Sehingga penggunaan anggaran harus tepat sasaran,” paparnya.

Setelah pelaksanaan Musrenbang akan dimasukan dalam KUA-PPAS yang direncanakan akan dibahas pada akhir tahun ini sehingga akan jadi APBD tahun 2019.

Diharapkan tidak ada lagi program dibahas di tengah pelaksanaan APBD sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program.

“kita harapkan selurub program dibahas pada Musrenbang sehingga tidak ada program dimasukan di tengahpelaksanaan program. Sehingga nantonya tifak mengganggu program lain,” pungkasnya. (PB9)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: