Disdukcapil: 22 Ribu NIK Kepesertaan BPJS Kesehatan Invalid

MANOKWARI – Berdasarkan data yang disampaikan BPJS Kesehatan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dukcapil) Manokwari, ada sebanyak 26.000 data kepesertaan. Namun setelah dilakukan pemadanan atau validasi, hanya tercatat sebanyak 4.300 NIK yang valid.

“Yang NIK valid hanya sekitar 4.300 data, selebihnya yang 22.000 sudah invalid atau data sampah,” kata Kepala Disdukcapil Manokwari, Rustam Efendi saat dikonfirmasi perihal JKN BPJS Kesehatan yang dibiayai pemda maupun APBN, Rabu (30/3/2022).

Menurutnya, ketidak validan data tersebut terjadi karena penginputan manual atau bisa jadi yang bersangkutan belum melakukan perekaman e-KTP atau belum mengurus identitasnya.

“Untuk BPJS yang dibiayai pemda sekira 10.800, kami sudah selesaikan 4.300, sisanya kami tinggal koordinasi dengan mereka. Solusi kami hanya memadankan atau memverifikasi data, tetapi faktanya 22.000 itu invalid (data sampah),” kata Rustam.

Sementara itu, terkait data sebanyak 44.000 dari dinas sosial (dinsos) tidak dapat diproses (pemadanan) dikarenakan sebagian besar data tersebut tidak memiliki NIK.

“Nanti akan kami kembalikan. Nanti kami koordinasi lagi dengan dinsos terkait data yang 44.000 itu,” jelasnya.

Menurutnya, akan lebih baik jika verifikasi dilakukan oleh pihak terkait, dalam hal ini pihak BPJS.

“Total penduduk Manokwari sekira 192.427 jiwa, sekira 58.000 KK. Jika mengambil data dari kami kemudian dilakukan verifikasi terhadap kepesertaan oleh instansi yang menangani, menurut saya tidak ada masalah,” terangnya.

“Hal yang sama juga kami lakukan terhadap BPJS Ketenagakerjaan. Kami masukkan data kemudian diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” lanjut pungkasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: