Disdukcapil Manokwari Intensifkan Sistem ‘Jemput Bola’

MANOKWARI – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Manokwari tengah mengintensifkan pelayanan dengan sistem ‘jemput bola’ atau mendatangi tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, kantor distrik, sekolah dan fasilitas umum lainnya untuk melakukan pelayanan dokumen kependudukan.

Kadisdukcapil, Rustam Efendi mengatakan, pelayanan dengan sistem jemput bola ini dilakukan setiap hari. Dijelaskan, selain untuk meningkatkan pelayanan, upaya ‘jemput bola’ ini juga dimaksudkan untuk memadankan atau memverifikasi data kependudukan.

Rustam menyebutkan, bahwa sebanyak sekira 91.000 data penduduk Manokwari non aktif dan masuk dalam kategori data sampah.

“Didata kami ada sekira 91.000 data yang non aktif (penduduk non aktif) dan masuk kategori data sampah. Makanya kami tengah mengintensifkan jemput bola dilapangan setiap hari,” terangnya saat ditemui Papua Barat News, Rabu (30/1/2022).

Lebih lanjut, pihaknya juga memusatkan pelayanan khusus perekaman e-KTP ke sekolah-sekolah, namun hasil yang diperoleh belum signifikan. Dimana tidak semua siswa usia 17 ke atas mau melakukan perekaman.

“Khusus disekolah khusus KTP. Kami sudah turun ke sekolah-sekolah, yakni SMA N 1 dan SMA N 2 tetapi hasilnya tidak signifikan dari ratusan jumlah siswa, yang melakukan perekaman tidak sampai seratus,” lanjut Rustam.

“Ini sedang kami kejar terus supaya target nasional (e-KTP) diatas 95 persen bisa tercapai,” kata dia.

Selain ‘jemput bola’ diwilayah kota, terang Rustam, pihaknya juga mengintensifkan pelayanan hingga ke pelosok. Ia menyebutkan, hanya ada dua distrik yang tidak terjangkau oleh jaringan, yakni Manokwari Utara dan Tanah Rubuh.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena masih banyak masyarakat, khususnya yang berada di kampung-kampung tidak memiliki dokumen kependudukan.

Sentara itu, agar kedua distrik tersebut tetap mendapatkan pelayanan, jelas dia, pihak pendamping kampung pun berinisiatif membawa masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan di Disdukcapil Manokwari. Diakui Rustam bahwa antusias masyarakat cukup tinggi, hanya saja masih membutuhkan arahan dan pendampingan.

“Ketika mereka ke kantor, kami berikan layanan khusus. Karena kami tidak bisa menjemput bola ke dua distrik tersebut karena terkendala jaringan. Karena jika dilakukan perekaman secara manual nanti akan kacau dan tidak efektif, karena datanya tidak terbaca,” ujarnya.

“Tetapi untuk distrik lainnya kami tetap jemput bola. Setiap hari kami melakukan kegiatan jemput bola, paling banyak di Manokwari Barat,” tutup Rustam. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: