Disdukcapil Manokwari Targetkan 18 Ribu e-KTP Terekam Tahun Ini

MANOKWARI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Manokwari menargetkan 18.000 warga Manokwari yang wajib e-KTP sudah harus melakukan perekaman pada 2022 ini.

Kepala Dinas Dukcapil Rustam Efendi saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (15/2/2022), mengatakan sebanyak 18 ribu warga wajib e-KTP termasuk di dalamnya remaja yang memasuki usia 17 tahun sudah harus melakukan perekaman pada tahun ini. “Target ini kami kerjar dalam tahun ini,” katanya.

Untuk memenuhi target tersebut sejak 10 Januari-11 Februari 2022 pihaknya turun langsung ke lapangan untuk menjeput bola.

“Kami home base dua minggu di Arowi, Distrik Manokwari Timur, kemudian pindah ke Gereja Elim Kwawi. Setelah ini kami akan menyeberang ke Pulau Mansinam,” jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya langsung hunting ke lapangan agar mencapai target pemenuhan kebutuhan akan administrasi kependudukan warga Kabupaten Manokwari.

“Ini bukan hanya e-KTP melainkan semua dokumen kependudukan lainnya, seperti KK, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, surat pidah domisili, KIA dan lainnya,” terangnya.

Rustam mengakui, kendala yang sering dialami di lapangan seperti ketidaktahuan warga tentang pentingnnya dokumen kependudukan. Untuk itu dengan hunting langsung ke tengah-tengah masyarakat pihaknya langsung memberikan pemahaman dan pelayanan kepada warga. Karena salah satu visi-misi bupati dan wakil bupati adalah pemerintah harus hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Kami harus jemput bola agar semua masyarakat Manokwari tanpa terkecuali memiliki dokumen kependudukan,” ujarnya.

Pihaknya, sambung dia, masih ada target lain yakni masih ada 91 ribu lebih data non-aktif. Adapun data-data tersebut dikategorikan sebagai data-data sampah, sehingga pihaknya harus turun untuk melakukan pembersihan.

“Petugas kami terbatas namun kami akan terus meberikan pelayanan yang terbaik,” kata dia.

Selain itu, menginggat kondisi Manokwari yang kembali dilanda pandemi corona, maka dia mengibau kepada masyarakat yang datang langsung mengurus dokumen kependudukan dengan mematuhi prokes, sepertimenggunakan masker dan menjaga jarak.

“Usakan jangan bawa anak ketika sedang mengurus dokumen, karena kami belum memiliki ruang bermain untuk anak maupun ruang untuk menyusui. Sehingga sedapat mungkin dalam situasi saat ini jangan bawa anak-anak,” kata dia. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: