dr Arnold Tiniap Jabat Dirut RSUD Provinsi

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggous Mandacan resmi melantik Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat sesuai Surat Keputusan (SK) 821.2-57.

Prosesi pelantikan ini digelar di kantor Gubernur, lantai III, Senin (22/6/2020).

Selain itu, Dominggus juga melantik pejabat struktural pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang terdiri dari 3 orang pejabat administrator dan 1 orang pejabat pengawas. Sementara pejabat struktural pada RSUD Provinsi terdiri dari 5 orang pejabat administrator dan 9 orang pejabat pengawas. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) tertanggal 18 Juni 2020 terkait optimalisasi operasional RSUD sebagai Fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Covid-19 di Papua Barat khususnya di wilayah Manokwari Raya.

Gubernur mengatakan, saat ini RSUD Provinsi masih menyandang status tipe  C dengan keterbatasan fasilitas kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Namun, penambahan tenaga medis seperti dokter, perawat dan bidan akan terus dilakukan guna memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Sekalipun masih berstatus tipe C,  tetap harus mampu melayani pasien Covid-19,” paparnya.

Dominggus menyebutkan penunjukan dr Arnold Tiniap sebagai Direktur RSUD Provinsi menjadi tanggung jawab yang harus diemban dengan penuh komitmen kepada masyarakat. Karena tugas pertama yang akan diemban adalah fokus pada penanganan pasien Covid-19 di wilayah Manokwari Raya.

“Hakekat pejabat adalah pelayan bagi masyarakat,  karena itu bagi pejabat yang dilantik agar melaksanakan tugasnya dengan  baik dan memahami tupoksi serta bersinergi satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu, dr Arnold Tiniap menuturkan, tugasnya setelah dilantik adalah melengkapi sarana dan fasilitas kesehatan yang belum dimiliki oleh RSUD Provinsi.  Sebenarnya, RSUD Provinsi belum memiliki anggaran operasional tahun 2020. Namun, dengan penetapan sebagai rumah sakit rujukan penangan Covid-19 maka RSUD mendapat alokasi anggaran dari dana penanganan Covid-19.

“Kita tahun ini sebenarnya tidak ada anggaran operasional, namun karena Covid-19 dan ada pergeseran anggaran mungkin bisa dipakai dari situ terutama untuk sumber daya manusianya,” terangnya.

Arnold menyampaikan saat ini baru tersedia 2 tenaga dokter ahli anak dan kebidanan yang disyaratkan sebanyak 4 orang dokter ahli. Sehingga,

asilitas dasar seperti poli, loket, dan UGD harus dipersiapkan. Nantinya, penambahan tenaga dokter umum, perawat dan bidan melalui alokasi anggaran yang ditetapkan oleh gubernur. Menurutnya peralatan pelayanan dasar sangat diperlukan karena itu menjadi prioritas utama dalam waktu dekat.

“Kita siapkan semua peralatan medis dasar yang dibutuhkan. Sehingga dalam tiga bulan ke depan jika sudah dapat beroperasi maka akan diumumkan pada masyarakat,” bebernya.

Ia menegaskan, pelayanan umum kepada masyarakat dalam proses penyiapan. Karena fokus utama masih ditujukan pada percepatan penanganan dan pencegahan penularan pandemi Covid-19 di Papua Barat. Dirinya berharap dengan kucuran anggaran operasional melalui dana Covid-19 dapat membantu percepatan penyiapan peralatan medis dasar yang dibutuhkan  RSUD Provinsi.

“Anggaran ini kita menunggu keputusan gubernur,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: