Fraksi Otsus Pantau UNBK SMA

MANOKWARI, PB News – Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dimulai sejak Senin hingga Kamis (9-12 April 2018). Pelaksanaan UN tersebut dibagi atas dua metode yakni, implementasi ujian nasional berbasis komputerisasi (UNBK) dan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat Yan Anthon Yoteni menilai, penerapan UNBK di Kota Manokwari belum sepenuhnya maksimal dikarenakan keterbatasan perangkat komputer, ruangan laboratorium komputer dan mesin genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik.

“Hari ini mereka (siswa-siswi) mengikuti ujian dengan kekurangan peralatan ujian seperti komputer dan ruangan lab, karena ada sekolah-sekolah yang terpaksa menggunakan ruangan kelas jadi lab sementara,” ujar dia, usai melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan UNKB dan UNKP SMA di Kota Manokwari, Senin (9/4/2018).

Dia mengatakan, persoalan di dunia pendidikan secepatnya harus direspon oleh pemerintah daerah, agar bisa melakukan pembenahan atas kekurangan itu. Sementara untuk sekolah yang masih menggunakan UNKP telah menggambarkan bahwa, sistem pendidikan di Provinsi Papua Barat masih jauh dari harapan.

“Sekolah yang melaksanakan UNBK ini menggambarkan representasi bagaimana anak-anak kita ini menguasai teknologi” terang dia.

Ke depannya, Yoteni menjelaskan, pihak legislatif akan mendorong dan melakukan monitoring penggunaan dana otsus bagi pendidikan harus dialokasikan secara efektif.

“Terutama dana-dana yang sumbernya dari otsus itu harus secepatnya dialamatkan untuk menutup kekurangan yang ada ini,” terang dia.

Dia menjelaskan, di SMA Oikumene sangat mengalami kekurangan ruangan lab dan perangkat komputer, kondisi tersebut juga dialami oleh SMA Negeri 2 Manokwari, sementara SMA Negeri 1 Manokwari dinilai lebih siap karena peralatan komputer cukup, namun masih mengalami kekurangan ruangan lab.

“Ruang kelas diseting karena lab kurang, di SMA Oikumene itu peralatan dibantu oleh pusat sebanyak 20 unit dan sangat kekurangan komputer,” terang dia.

Meski demikian, kata dia, sekolah yang melaksanakan UNBK berusaha agar pelaksanaan UNBK berjalan maksimal.

Kepala SMA Negeri 1 Manokwari Drs Lucas Wenno, mengatakan, pelaksanaan UNBK terbagi atas tiga sesi karena kekurangan ruangan lab komputer. Dari sisi waktu, penerapan UNBK lebih efisiensi apabila infrastruktur memadai.

“Selama empat hari ujian kita bagi dengan tiga sesi setiap hari sampai hari terakhir ujian,” tutur dia.

Dia pun menuturkan, implementasi UNBK pun membutuhkan tenaga pendidik teknis dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, supaya bisa bekerja optimal.

Secara terpisah, Kepala Kantor Daerah Telkom (Kakandatel) Manokwari Rifai Abdulah, menyatakan, suplay layanan telah diprioritaskan bagi pelaksanaan UNBK di tingkat SMA di Kabupaten Manokwari dengan kapasitas jaringan internet sesuai dengan permintaan dari pihak sekolah sendiri.

Disinggung soal permasalahan putusnya kabel optik di wilayah Jayapura yang berdampak pada gangguan jaringan internet, dirinya mengatakan, pihak telkom telah melakukan antisipasi terhadap hal tersebut.

“Sudah diback-up dengan satelit, hanya harus diakui kualitasnya tidak maksimal seperti jaringan fiber optik. Tapi lebih memprioritaskan kepada sekolah yang melaksanakan ujian nasional ini,” pungkas Abdulah.

Dari pantauan Papua Barat News di beberapa sekolah, jaringan internet dan pasokan listrik selama penyelenggaraan UN hari pertama tidak mengalami gangguan. (PB9/PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: