Generasi Muda Diharapkan Jadi Pelopor Perangi Hoaks

Di era yang serba digital seperti saat ini, informasi mudah didapatkan dimana pun dan kapan pun, baik memalui media arus utama maupun media sosial. Generasi muda khususnya Gen Y dan Z di Papua Barat diminta untuk menjadi pelopor memerangi hoaks. Salah satunya dengan cara memilih dan memilah informasi secara baik dan benar. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 banyak informasi hoaks bersileweran.

Duta Genre Intelegensi Putri Papua Barat tahun 2020, Lamgada S.S, mengatakan anak muda harus bijak dalam mengkonsumsi setiap informasi. Sebagai generasi yang hidup di era revolusi 4.0, jika menerima suatu informasi jangan begitu cepat menyerap mentah-mentah, harus terlebih dulu mencari kebenaran informasi tersebut.

“Jangan mudah termakan dengan isu hoaks yang akhirnya merugikan diri sendiri. pada akhirnya usaha kita dan pemerintah untuk memerangi pandemi Covid-19 menjadi terkendala karena termakan isu-isu hoaks,” jelas Sari sapaan akrabnya dalam wawancara di Podcast KAKI Tanah Papua.

Untuk itu, Sari mengajak generasi muda agar bersama-sama memerangi virus SARS CoV-2 atau Covid-19. Selain tidak termakan informasi hoaks, harus bijak bermedia sosial. Misalnya memposting atau membagikan informasi di media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab sehingga tidak merugikan masyarakat.

Ia mengungkapkan salah satu hoaks yang paling banyak di tengah pandemi adalah seputar vaksin Covid-19. Informasi hoaks tersebut mengakibatkan masyarakat enggan dan takut untuk divaksinasi. Untuk itu sangat penting mencerna dan memeriksa kebenaran informasi tersebut.

“Awalnya saya takut divaksin karena termakan isu hoaks, namun kemudian ketika saya cerna informasinya dengan baik, akhirnya saya memilih untuk disuntik vaksin. Buktinya sampai hari ini saya baik-baik saja,” jelas dia.

Program utama Duta Genre sebenarnya adalah mengedukasi remaja terkait kesehatan reproduksi dan masalah kesehatan lainnya. Namun saat virus Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, Duta Genre Papua Barat ikut aktif melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

“Kami menggunakan media sosial untuk melakukan sosialisasi selain karena pembatasan untuk berinteraksi langsung, tetapi juga karena anak-anak remaja sekarang lebih sering menggunakan media sosial. Dengan cara ini kami yakin pesannya bisa tersampaikan,” jelas Ronaldo Anakota Duta Genre Papua Barat tahun 2017 dalam kesempatan yang sama.

Ronaldo menuturkan, ia memanfaatkan ptatform media sosial seperti instagram untuk mengkampayekan cara penanganan dan penangggulangan Covid-19 kepada generasi muda di Papua Barat.

“Saya memilih media sosial karena generasi Y dan Z ini umumnya menggunakan bermain Instagram,” ujarnya.

Salah satu pesan yang disampaikan Ronaldo dalam konten itu dengan mengcover lagu Band Padi yang berjudul ‘Ingat Pesan Ibu’, namun liriknya diubah menggunakan bahasa daerah. Menurutnya, dengan lagu mereka (generasi Y dan Z) bisa mudah untuk mengingat dan mencerna pesan yang disampaikan terkait dengan cara pencegahan dan penaggulangan Covid-19.

Apa yang dilakukan Ronaldo, bukan hanya sebatas melakukan kampanye, tetapi juga menginspirasi generasi muda terus aktif berkreasi di tengah pandemi Covid-19.

“Sebagai anak muda harus tetap kreatif dan melakukan hal-hal yang positif,” pungkasnya.

Sari dan Ronaldo menyatakan akan terus mengajak semua pihak untuk berkolaborasi untuk memerangi pandemi Covid-19.

“Kami akan mengajak BKKBN, Kemenpora, BNN, Kementerian Kesehatan, serta pihak mana saja yang ingin berkolaborasi,” pungkas Sari. (ADV)

Wawancara selengkap bisa disaksikan lewat link Duta Genre Papua Barat – YouTube

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: