Harga Ikan Melambung, DKP Cari Solusi dengan Nelayan

RANSIKI – Beberapa waktu terakhir ini, harga ikan di Manokwari Selatan melambung tinggi. Meroketnya harga ikan tersebut disinyalir disebabkan gelombang tinggi di perairan Manokwari Selatan. Kondisi itu membuat banyak nelayan tidak melaut, akibatnyaa hasil tangkapan pun menurun.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mansel putar otak.

Kadis KP Mansel Franky Mandacan menuturkan, pihaknya tengah mempertimbangkan opsi agar masyarakat yang berekonomian rendah tetap bisa mengkonsumsi ikan.

“Harga ikan ini satu tempat yang isinya enam sampai sepuluh ekor bisa dijual dengan harga Rp50 ribu, sampai Rp100 ribu. Tentu ini sangat sulit dijangkau bagi masyarakat yang ekonomi bisa dibilang rendah. Jadi kita mau coba, ikannya yang biasa dijual satu tempat itu dijual perekor. Misalnya satu ekor di kasih harga Rp10 ribu. Nah dengan begitu orang juga bisa mampu beli,” tuturnya, akhir pekan lalu.

Franky kemudian mengingatkan kepada masyarakat pentingnya mengkonsumsi ikan khususnya bagi pertumbuhan otak anak.

“Misalnya seorang ibu penjual sayur, paling dia cuma dapat Rp20 ribu. Nah kalau harga ikan Rp50 ribu sampai Rp 100 ribu, tingkat makan ikan dari yang bersangkutan akan kurang, terpaksa dia hanya mampu beli tahu,” ujarnya.

Franky mengaku akan melaksanakan pertemuan dengan nelayan guna mencari solusi terkait harga ikan.

“Kami rencananya akan bertemu dengan nelayan, agar kita terapkan sistem jual ikan seperti ini, sehingga bisa menjangkau rakyat kecil,” tukasnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: