Iramaya Rumbekwan: Ubah Pola Hidup untuk Hindari Virus HIV/AIDS

MANOKWARI, PB News – Anggota Adventist Development and Relief Agency (ADRA) Indonesia dan Pemerhati Anak dan Perempuan, Iramaya Rumbekwan, mengatakan, masyarakat perlu merubah pola hidup untuk menghindari virus HIV/AIDS yang marak terjadi di kalangan masyarakat.

Dia mengatakan, kebiasaan masyarakat yang salah seperti pesta narkoba yang berujung seks, seks bebas di luar nikah dan kerap berada di tempat hibuaran malam, menjadi salah satu faktor penyebab masyarakat mudah terkontaminasi oleh virus yang dikenal dengan istilah penyakit empat huruf.

“Gampang kena HIV apabila pola hidup masyarakat itu tidak sehat. Virus dan penyakit Aids tersebut gampang diidap karena tidak terkontrolnya cara hidup masyarakat. Dan ini dapat berakibat buruk bagi keluarga dan masyarakat yang ada di Papua Barat dan Papua,” ucap dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, belum lama ini.

Menurutnya, virus HIV/AIDS sebetulnya bisa dihindari apabila masyarakat merubah pola hidup dan meluangkan waktu bersama keluarga. Dengan selalu bersama keluarga sebagai awal pembentukan karakter dan mental seseorang, maka bisa terhindar dari tawaran dan kenikmatan duniawi sesaat yang menyesatkan.

“Selalu melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan  keagamaan dan kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan keluarga dan masyarakat. Lembaga pendidikan juga harus banyak memberikan pemahaman terkait dampak dari pergaulan bebas kepada siswa dan siswi,” tuturnya.

Dia berharap kepada pemerintah daerah supaya meningkatkan kegiatan seminar dan ceramah serta sosialisasi terkait hal tersebut. Supaya generasi penerus bisa terselamatkan dari bahaya yang sangat mengancam kehidupan ini.

Sebagai informasi, belum lama ini, seorang anak perempuan asal Nabire(12),  ditemukan dalam kondisi yang sangat lemah dan tidak berdaya. Setelah diperiksa, ternyata terindikasi penyakit AIDS atau yang sering diistilahkan penyakit empat huruf. Dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Kesejahteraan Sosial, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), anggota ADRA (pemerhati perempuan dan anak), serta pihak kepolisian, korban tersebut segera diatasi dan dalam waktu dekat akan dipulangkan ke daerah asalnya.

Kasus HIV/Aids tidak pernah ada habisnya. Kasus ini, ibarat fenomena gunung es dimana kasus yang ditemukan saat ini, jumlahnya bisa lebih besar dari yang tidak terlaporkan. Bahkn, banyak penderitanya tidak mengetahui sejak dini bahwa mereka telah terinfeksi. Selain itu banyak masyarakat yang enggan melakukan tes darah karena alasan malas dan takut terhadap stigma di masyarakat terhadap para penderita HIV.(PB16)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: