Jalan Rusak Parah, Pasokan Obat ke Puskesmas Dataran Isim Terhambat

RANSIKI, papuabaratnews.co Ruas jalan penghubung Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) – Kabupaten Teluk Bintuni tepatnya dari depan Puskesmas Tahota Distrik Tahota hingga pertigaan menuju Kabupaten Teluk Bintuni dan Jalan Masuk Distrik Dataran Isim Kabupaten Mansel rusak parah.

Akibat kerusakan rusaknya ruas jalan itu arus transportasi terhambat dan berdampak langusng pada terganggunya perekonomian serta waktu berpergian masyarakat di wilayah itu.

Tidak hanya itu, kerusakan ruas jalan itu juga mengganggu pasokan obat ke Puskesmas Dataran Isim.

Informasi yang di peroleh, bahwa akibat medan jalan berat, sudah tiga minggu obat di Puskesmas terjauh di Kabupaten Mansel itu habis dan menyebabkan pelayanan kesehatan lumpuh total.

Kondisi ini diperparah lagi akibat jalan masuk menuju puskesmas tersebut sejauh kurang lebih 30 kilo meter juga rusak parah dan berlumpur akibat hujan yang terus guyur wilayah itu.

Jalangankan roda empar, roda dua pun tidak bisa melintas. Satu -satunya cara menuju distrik Dataran Isim dengan jalan kaki.

“Dari dinas sudah berusahan. Saat ini obat masih tertahan di Puskesmas Tahota,” kata sumber terpercata.

Sumber itu menambahkan, kondisi ini sudah berulang kali terjadi. Kadang lanjutnya, para petugas medis harus jalan kaki berhari-hari hanya untuk mengambil obat dari puskesmas Tahota.

“Selama ini biasanya obat satu sampai dua minggu habis. Terpaksa petugas jalan kaki ambil obat. Bermalam dijalan karena jalanya lumpur, mobil tidak bisa lewat. Lewati dinging, capek kadang madi hujan untuk ambil obat dijalan,“ kata Sumber.

Tapi, lanjutnya lagi, kondisi sekarang lebih para dari yang pernah terjadi yaitu sampai tiga Minggu kehabisan obat.

Kendati demikian, masyarakat Distrik Dataran Isim juga tidak akan marahi petugas akibat habisnya obat tersebut.

Disamping itu, Sumber tersebut melanjutkan, tak hanya obat yang habis. Akibat kondisi jalan yang rusak parah, membuat persediaan sembako di sejumlah kios dan rumah warga di distrik itu menipis, bahkan ada yang sudah habis.

“Petugas kesehatan, para guru dan masyarakat disana keluhkan sembako mereka menipis. Ini sudah berminggu-minggu. Beras habis, minyak habis. Keperluan yang biasa dibeli dari di kios semua menipis, ada juga yang habis,“ tandasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: