JIGN Dorong Percepatan Pembangunan di Daerah

>>> JIGN jadi basis data atasi sengketa

MANOKWARI, PB News – Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan dan mengatasi kesenjangan di wilayah Provinsi Papua Barat, diperlukan akurasi ketersediaan data spasial (ruang dan tempat) dan bisa memberikan input positif dalam pengambilan kebijakan, demi kesejahteraan masyarakat di daerah setempat.

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Barat Mohamad Lakotani, mengatakan, rapat koordinasi (rakor) dan bimbingan teknis (bimtek) penguatan jaringan informasi geospasial nasional  (JIGN) itu, menjadi langkah strategis membantu pemerintah daerah mengaplikasikan pembangunan yang bermanfaat bagi kemakmuran rakyat.

“Pemerintah Papua Barat menyambut baik sebagai tuan rumah kegiatan ini. Ini jadi agenda dan catatan penting dalam rangka mendorong JIGN, agar mampu menyelesaikan seluruh target yang terintegrasi sesuai dengan pelaksaan kebijakan satu peta,” ujar dia, saat memberikan sambutan pada kegiatan rakor dan bimtek JIGN di Tanah Papua dan Region Maluku, Kamis (5/4/2018).

Dia berharap, melalui kegiatan tersebut penyediaan akurasi data yang berkualitas mampu mewujudkan pemerataan rencana pembangunan daerah, sehingga polemik kesenjangan perlahan diatasi. Selain itu, sinergitas yang komprehensif antara pemerintah provinsi dan kabupaten pun dibutuhkan demi mencapai sasaran prioritas optimalisasi pembangunan daerah.

“Kami berharap kegiatan ini mampu mengatasi kesenjangan pembangunan di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Prof Hasanudin Zaenal Abidin, mengatakan, kebijakan satu peta (KSP) merupakan salah satu upaya dalam merealisasikan pembangunan daerah yang maju.

Badan Informasi Geospasial merupakan penghubung simpul jaringan secara nasional, dan melakukan pembinaan kepada simpul jaringan ke seluruh wilayah di Indonesia. Dengan adanya rapat koordinasi di tingkat daerah, maka pemanfaatan data dan informasi geospasial dalam berbagai hal di lingkungan kementrian/lembaga, pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota lebih intensif. BIG sebagai penghubung simpul jaringan dapat membangun dan memelihara sistem akses JIGN bekerja sama dengan instansi pemerintah daerah.

“Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Kebijakan Satu Peta adalah solusi terbaik mengintegrasikan data seluruh Indonesia,” kata dia.

Dia juga mengatakan, KSP menjadi solusi atas polemik tumpang tindih batasan wilayah dan perizinan yang menjadi sumber pemicu sengketa.

“Timbulkan konflik dan sengketa yang menghambat lajunya pembangunan ekonomi daerah,” terang dia.

Hadirnya JIGN tentunya merupakan sistem terintegrasi yang mudah diakses pemerintah daerah di seluruh kawasan Republik Indonesia, dengan harapan segala urusan perizinan bisa dipermudah dan mendorong investasi pembangunan.

“Kami berharap peta sudah terintegrasi, akan dapat mendorong kemudahan baik dalam berinvestasi maupun pembangunan lainnya,” kata dia.

Dia pun menuturkan, Agustus 2018 mendatang Presiden Joko Widodo akan meluncurkan JIGN dan bisa diakses oleh semua pemerintah daerah.

Sebagai informasi, berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, disebutkan bahwa seluruh kegiatan pembangunan harus direncanakan berdasarkan data dan informasi (spasial dan nonspasial) yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Maka, berbekal UU No 4 Tahun 2011 tentang IG, serta Perpres No. 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional, peran data dan IG dalam perencanaan pembangunan sangatlah penting. Sesuai dengan arahan pembangunan yang meliputi pengurangan kesenjangan antar wilayah, pengembangan pusat-pusat pertumbuhan berbasis keunggulan potensi wilayah, pemerataan pelayanan sosial dasar, maka IG dan data statistik menjadi basis data perencanaan dalam menentukan perencanaan ruang dan pengelolaan pertanahan.(PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: