Juli 2020, TPK Hotel di Papua Barat Meningkat

MANOKWARI, papuabaratnews.coTingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) di Provinsi Papua Barat periode Juli 2020, mulai menggeliat seiring dengan penerapan kenormalan baru di masa pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat, TPK Juli 2020 sebesar 30,53 persen (month to month/mtm) atau mengalami kenaikan 16,00 poin jika dibandingkan dengan TPK periode Juni 2020 yang hanya mencapai 14,53 persen. Namun, secara tahunan (year on year/yoy) hunian kamar hotel pada Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 19,06 poin, jika dibandingkan dengan Juli 2019 yang mencapai 49,59 persen.

“Kita tahu bersama bahwa kondisi pandemi, sehingga sektor ini terdampak. Kalau kita lihat bulan sebelumnya, ini sudah mulai ada perbaikan,” ujar Kepala BPS Papua Barat Marijte Pattiwaellapia, saat menggelar konfrensi pers virtual, Selasa (1/9/2020).

Ia menjelaskan, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di sejumlah hotel berbintang di Papua Barat mencapai 2,28 hari. Jumlah ini mengalami peningkatan 42 persen, bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada Juni 2020 yang hanya mencapai 1,61 hari.

Untuk tamu domestik tercatat 2,29 hari, meningkat dari Juni yang hanya 1,61 hari. Namun, rata-rata lama menginap tamu asing menurun dari periode sebelumnya 1,89 hari menjadi 1,26 hari pada Juli 2020.

“Rata-rata lama tamu menginap pada hotel dengan klasifikasi bintang selama Juli 2020 naik 42 persen atau 2,28 hari,” jelas Maritje.

Mantan Kepala BPS Provinsi NTT ini berharap, sektor perhotelan di Papua Barat terus mengalami pertumbuhan positif, terutama hotel yang masuk kategori bintang. Hal ini juga akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah setempat.

Sebagai informasi, Papua Barat yang memiliki potensi pariwisata diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan pembangunan, karena menyumbang devisa dari belanja wisatawan mancanegara. Selain itu pendapatan sektor pariwisata juga berasal dari pengeluaran wisatawan nusantara.

Semakin meningkatnya jumlah wisatawan di Papua Barat maka perlu diimbagi dengan penigkatan penyediaan kamar akomodasi pada hotel. Sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antara permintaan dan penawaran atas kamar/akomodasi tersebut. Akomodasi merupakan faktor yang sangat penting karena merupakan ‘rumah sementara” bagi wisatawan.(PB15)

**Artikel ini sudah terbit di Harian Papua Barat News, edisi Rabu 2 September 2020

One thought on “Juli 2020, TPK Hotel di Papua Barat Meningkat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: