Jumlah Pasien Positif Korona Papua Barat Capai 168 Orang

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan jumlah orang  positif  Covid-19 di Papua Barat, hingga Senin sore (1/6/2020), sudah mencapai 168 orang.

“Hari ini kita tidak ada tambahan yang positif di Papua Barat. Hari ini juga tidak ada tambahan orang yang sembuh,’’ kata Arnold kepada wartawan dalam video conference di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di RSU Provinsi Papua Barat, Manokwari, Senin (1/6/2020).

Arnold menjelaskan, 168 orang yang terkonfirmasi positif itu tersebar di beberapa wilayah di Papua Barat. Sebaran kasus positif  Covid-19, di antaranya Kabupaten Teluk Bintuni 42 orang,  Manokwari 8 orang,  Kabupaten Sorong 40 orang,  Raja Ampat 16 orang, Fakfak 2 orang,  Manokwari Selatan 1 orang,  Kaimana 1 orang,  dan Teluk Wondama mencatat 3 orang,  dan Kota Sorong tercatat sebagai daerah dengan kasus tertinggi sebanyak 55 orang.

“Jadi hingga hari ini sudah 9 daerah di Papua Barat masuk zona merah kasus Covid-19,” ujarnya.

Arnold juga mengonfirmasi 1 pasien meninggal yang berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga saat ini jumlah kasus kematian terkait Covid-19 di Papua Barat sebanyak 16 orang.

“Hari ini tambahan satu orang meninggal, yaitu satu pasien dalam pengawasan (PDP) dari Kabupaten Teluk Bintuni,” katanya lagi.

Arnold merinci jumlah orang yang sudah diperiksa swab sesuai hasil pemeriksaan  tiga laborotorium rujukan yaitu Balai Besar Labaorotorium Kesehatan (BBLK) Makassar, Laboratorium Kabupaten Sorong dan Kabupaten Bintuni, mencapai 969 sampel. Dari 969 sampel ini 801 orang sampel hasilnya negatif, sementara hasil sampel positif berjumlah 168.

Adapun jumlah orang dalam pengawasan (ODP)  di Papua Barat terdapat 133 orang yang sedang dalam masa pemantauan. Sebanyak 851 orang terkonfirmasi telah selesai menjalani masa pemantauan sehingga total keseluruhan menjadi 984 orang.

“Hari ini ada penambahan 9 orang ODP, yang berasal dari Kabupaten Raja Ampat,” urainya.

Arnold menyebutkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga Senin (1/6/2020) mencapai 22 orang, dari jumlah total keseluruhan sebanyak 85 orang pasien. Sekitar 63 orang pasien terkonfirmasi telah selesai.

Arnold mengaku, jumlah pasien dalam pengawasan di Papua Barat dalam pengawasan tenaga medis yang telah ditentukan oleh rumah sakit sesuai protokol kesehatan.

“Hari ini ada tambahan 1 orang pasien yang terkonfirmasi berasal dari Teluk Bintuni,” sebut Arnold.

Sementara terkait orang tanpa gejala (OTG) di Papua Barat mengalami peningkatan tajam. Hingga Senin (1/6/2020) terjadi penambahan sebanyak 31 orang berasal Kabupaten Teluk Bintuni 21 orang,  Kabupaten Sorong 4 orang dan Manokwari 3 orang serta Raja Ampat juga 3 orang. Dengan penambahan jumlah kasus konfirmasi OTG sebanyak 31 maka saat ini di Papua Barat telah menembus 1.383 orang. Sebanyak 576 orang masih dalam pemantauan dan sekitar 807 orang telah selesai.

“Jumlah penambahan ODP hari ini di Papua Barat sebanyak 31 orang dari 3 kabupaten,” terangnya.

Didominasi usia produktif

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat dalam pernyataan resmi merilis bahwa jumlah warga yang terinfeksi atau positif virus korona di Provinsi Papua Barat didominasi oleh mereka yang masih berada pada usia produktif.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Arnold Tiniap mengutarakan sesuai klasifikasi usia, warga positif Covid-19 terbagi dalam beberapa kategori, diantaranya pasien pada usia di bawah lima tahun, pasien di atas 80 tahun dan pasien dengan usia antara 20 hingga 35 tahun.

Berdasarkan hasil analisa data, pada Jumat (29/5/2020), dari 158 pasien positif Covid-19 di Papua Barat terdapat 5 orang balita dan 1 orang berusia di atas 80 tahun. Jumlah pasien terbanyak berada pada kisaran usia antara 20 hingga 35 tahun.

Ia juga menjelaskan sebagian besar warga positif Covid-19 di daerah ini tidak mengalami gejala. Hampir 80 persen warga yang terjangkit virus korona di Papua Barat berasal dari kelompok orang tanpa gejala (OTG). (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: