Jumlah Penerbangan di Papua Barat Turun 18,12 Persen

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Arus transportasi udara di Provinsi Papua Barat baik yang masuk maupun keluar pada April 2021, tercatat sebanyak 1.695 penerbangan.

Jumlah ini mengalami penurunan  18,12 persen jika dibandingkan periode Maret 2021 yang mencapai 2.070 penerbangan.

“Penurunan ini seirama dengan adanya kebijakan pemerintah terkait larangan bepergian untuk mencegah penyebaran virus korona,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, melalui keterangan resminya, Selasa (13/7/2021).

Untuk penerbangan masuk atau kedatangan, kata dia, ada 845 penerbangan atau turun 18,36 persen dibandingkan periode Maret 2021 yang mencapai 1.035 penerbangan masuk.

Penurunan juga terjadi pada penerbangan keluar yang hanya 850 penerbangan atau turun 17,87 persen apabila dibandingkan dengan periode Maret 2021 yang mencapai 1.035 penerbangan keluar atau keberangkatan. “Baik yang kedatangan ataupun keberangkatan mengalami penurunan jumlah penerbangan,” jelas Maritje.

Data arus transportasi ini merupakan akumulasi penerbangan dari 12 bandara yang ada di 9 kabupaten/kota. Meliputi, Bandara Torea Fakfak, Bandara Utarum Kaimana, Bandara Wasior Teluk Wondama, Bandara Bintuni, Bandara Babo Teluk Bintuni, Bandara Rendani Manokwari, Bandara Teminabuan Sorong Selatan, Bandara Inwatan Sorong Selatan, Bandara Marinda Raja Ampat, Bandara Ayawasi Maybrat, Bandara Kambuaya Maybrat, dan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong. “Aktivitas penerbangan dari 12 bandara yang ada di Papua Barat,” ujar dia.

Bandara DEO merupakan bandara yang jumlah penerbangannya terbanyak baik yang masuk maupun keluar, dengan total sebanyak 862 penerbangan. Disusul Bandara Rendani sebanyak 222 penerbangan, Bandara Babo ada 231 penerbangan, Bandara Torea sebanyak 76 penerbangan, Bandara Utarum ada 66 penerbangan, Bandara Bintuni 54 penerbangan, Bandara Teminabuan ada 50 penerbangan. Bandara Inanwatan 38 penerbangan, Bandara Ayawasi 32 penerbangan, Bandara Marinda 22 penerbangan, Bandara Kambuaya 22 penerbangan, dan Bandara Wasior 20 penerbangan.

“Penerbangan terbanyak masih di Bandara DEO, kemudian Bandara Rendani dan Bandara Babo,” ucap dia.

Maritje menjelaskan, penurunan jumlah penerbangan Papua Barat pada April 2021, dipengaruhi oleh turunnya jumlah penerbangan dari tiga bandara. Yaitu, Bandara Rendani turun signifikan hingga 62,05 persen jika dibandingkan Maret 2021 yang mencapai 585 penerbangan, Bandara Babo turun 17,50 persen dan Bandara DEO turun 3,58 persen. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: