Kapolsek Kawal Pelaksanaan Imunisasi MR di Kebar

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pelaksanaan kampanye imunisasi massal campak dan rubella yang telah dicanangkan secara nasional pada Agustus-September 2018, membutuhkan keterlibatan dari seluruh pihak, guna mencegah penyebaran virus campak dan rubella. Untuk itu, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kebar, Distrik Kebar, Provinsi Papua Barat telah menerjunkan sejumlah personel Bintara Pembinanaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mengawal petugas kesehatan dalam melaksanakan program imunisasi massal measles rubella (MR), sehingga tujuan membebaskan masyarakat khususnya para generasi muda dari dampak buruk virus tersebut.

“Saat itu pihak Puskesmas (Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat) Kebar meminta dikawal karena ada tekanan dari masyarakat Kebar Timur. Masyarakat diduga kurang paham tentang Imunisasi ini sehingga ada petugas kesehatan yang mendapatkan tertor dari masyarakat,” kata Kapolsek Kebar, Ipda  Kunandar kepada sejumlah awak media di Kantor Polres Manokwari, Selasa (7/8/2018).

Atas permintaan pengawalan tersebut, Kunandar mengaku, telah memerintahkan personel Bhabinkamtibmas ikut mendampingi petugas kesehatan ketika tengah melaksanakan inunisasi campak dan rubella dimaksud.

“Berdasarkan laporan dari Kepala Puskesmas Kebar, teror itu dilakukan masyarakat karena mereka merasa bahwa program ini membahayakan kesehatan. Selain itu, adanya informasi yang beredar di media sosial membuat masyarakat khawatir,” ungkap Kunandar.

Namun, kata Kunandar, setelah petugas kesehatan didampingi anggota kepolisian dan kepala distrik dalam melaksanakan sosialisai tentang manfaat dan dampak dari imunisasi tersebut kepada para guru dan orangtua, sehingga pelaksanaan imunisasi dapat berjalan lancar setelah diberikan pemahaman.

“Kami bersyukur karana setelah dilakukan sosialisai, masyarakat bisa paham dan mau menerima petugas kesehatan untuk menjalankan program imunisasi Campak dan Measles Rubella ini,” tuturnya.

Untuk diketahui Posek Kebar membawai 58 desa/kampung, dan dua Puskesmas yakni Puskesmas Distrik Kebar dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Distrik Snopi. Walaupun Puskesmasnya hanya dua, petugas telah mendirikan pos-pos pelayanan kesehatan di Distrik Kebar Timur, Distrik Senopi dan wilayah distrik lainnya.

“Pelayanannya bagus, hanya keterbatsan tenaga medis dan stok logistik obat-obatan yang masih jadi kendala membuat petugas kesehatan terkadang kewalahan. Meski begitu, anak-anak di sepuluh kampung dari total lima puluh delapan kampung sudah mendapatkan imunisasi,” ungkap Kunandar.

Menurut Kunandar, saat ini ada enam distrik yang bisa dijankau menggunakan kendaraan yakni Distik Kebar Timur, Distrik Senopi dan Distrik Mawabuan dan distrik lainnya, sementara Distrik Kebar Selatan dan Manekar sulit ditempuh menggunakan kendaraan. Persoalan itu yang menjadi kendala utama bagi petugas kesehatan ketika menjalankan program ini. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari diharapkan untuk memperhatikan hal tersebut.

“Petugas medis saat ini masih melaksanakan pelayanan imunisasi di Distrik Kebar Timur, Senopi dan Mawabuan, sedangkan Kebar Selatan dan Manekar belum dilaksanakan karena patugas medis harus berjalan kaki satu hari satu malam. Saya kira itu yang menjadi kendalanya,” jelasnya.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: