Kasus Covid-19 di Manokwari Meningkat, Masyarakat Harus Taat Prokes

MANOKWARI – Trend angka kasus Covid-19 di Kabupaten Manokwari saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dengan demikian, Manokwari kembali menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Data yang dihimpun media ini dari Satgas Covid-19 Papua Barat, per Rabu (16/2/2022) di Kabupaten Manokwari ada penambahan 89 kasus positif, sehingga total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Manokwari menjadi 534 kasus. Sementara pasien sembuh 39 orang, sedangkan meninggal 0 kasus.

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan, Pemberlakuan PPKM level 3 di Kabupaten Manokwari tidak membatasi aktivitas masayarakat secara menyeluruh, namun harus mematuhi protokol kesehatan terutama penggunaan masker.

Menurutnya, disiplin prokes tidak sekedar menggunakan masker maupun menjaga jarak aman, namun lebih pada cara penggunaan masker yang benar serta mengetahui standar jarak aman.

“Apa yang dilakukan Pemerintah saat ini merupakan solusi menekan angka kasus dan keberhasilannya tergantung masyarakat,” ujarnya.

PPKM level 3 tidak akan berhasil jika tidak didukung kesadaran masyarakat untuk disiplin prokes dan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat.

“Kita tidak terapkan seperti awal-awal pandemi. Aktivitas tetap berjalan, namun harus mentaati prokes,” pesanya.

Dikatakan, perlu adanya kesadaran masyarakat ditengah pandemi saat ini, sebab secara nasional pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan berakhirnya. Saat ini pemerintah terus berusaha memulihkan perekonomian. Maka dengan prokes ketat, perekonomian normal seperti sedia kala.

“Masyarakat juga harus bisa beradaptasi dengan Covid ini, sejauh bisa menghindar dari bahaya ini, maka itu jauh lebih baik,” ungkap Hermus.

Harus vaksin

Petugas menyuntik vaksin Covd-19 kepada seorang warga. (Foto: Dok. PBN)

Sementara itu, masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi agar segera mendapatkan vaksinasi. Sesuai dengan data dari Kementrian Kesehatan, sebanyak 68 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia belum divaksinasi lengkap.

“Dari data 1090 pasien yang meninggal hingga Minggu (13/2), 68 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap, 76 persen usianya lebih dari 45 tahun, 49 persen masuk golongan lanjut usia, dan 48 persen memiliki komorbid,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dikutip dari Antara, Rabu (16/2/2020)

Vaksinasi lengkap yang terdiri dari dua dosis merupakan salah satu upaya terbaik mencegah Covid-19 dengan gejala berat hingga risiko kematian.

“Kembali kami mengimbau masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok lanjut usia, untuk segera melengkapi vaksinasi karena vaksinasi telah terbukti mampu melindungi kita dari risiko gejala berat hingga kematian akibat terpapar Covid-19. Tidak ada lagi alasan kita untuk tidak mau divaksinasi melihat data-data yang ada,” katanya.

Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terbanyak akibat varian Omicron namun perbandingan jumlah kasus meninggal di masa dominasi varian Omicron lebih kecil dibanding jumlah kasus meninggal saat puncak gelombang Delta 2021. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: