Kegiatan PMR Kota Sorong Vakum Akibat Pandemi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sejumlah kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) Kota Sorong, seperti pembinaan dan pelatihan pengembangan skill kebencanaan di kelompok Remaja terhambat pandemi Covid-19. Kondisi pandemi menyebabkan sejumlah kegiatan yang telah direncanakan menjadi vakum selama hampir 1 tahun.

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI)  Kota Sorong,  Ahmad Krisnadi mengatakan, sejumlah kegiatan pembekalan dan pelatihan kebencanaan dan sosial di kalangan remaja tidak terselenggara karena disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang menyebabkan terjadinya pembatasan kegiatan dan aktivitas massa dalam jumlah besar.

“Kondisi yang terjadi saat ini membuat tidak kegiatan pengembangan Palang Merah Remaja dapat dilakukan. Bisa dikatakan aktivitas PMR di Kota Sorong mengalami kevakuman selama pandemi,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari,  Sabtu  (21/11/2020).

Dirinya berharap, kondisi Papua Barat khususnya Kota Sorong pulih dari pandemi di tahun 2021. Sehingga rangkaian kegiatan kepalangan di kelompok remaja dapat dilaksanakan kembali.

“Kita harapkan kondisi ini segera pulih sehingga kita dapat menyelenggarakan kegiatan kepalangan yang tertunda di kalangan remaja,” tegasnya.

Disamping itu, kontribusi relawan PMI kota Sorong dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19 sangat terasa. Hal ini merupakan bentuk kepedualian dan komitmen PMI untuk selalu bekerja bagi masyarakat.

“Relawan PMI juga terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 Kota Sorong melalui Gugus Tugas. Namun mereka tidak membawa bendera PMI,  tetapi membawa bendera Gugus Tugas,” jelasnya.

Ia menegaskan kondisi pandemi tidak menjadi penghambat relawan dan anggota PMI bekerja bagi kemanusiaan. Relawan dan pengurus PMI banyak terlibat di dalam penanganan pandemi Covid-19. Mulai dari penanganan pada pasien positif Covid-19 sampai pada upaya pencegahan seperti penyemprotan desinfektan di lingkungan masyarakat.

“Banyak yang telah kami lakukan selama pandemi ini,  namun kami tidak pernah membawa bendera PMI,  tetapi bendera Gugus Tugas, karena kami bekerja untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 23 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: