Kemenag Pastikan Guru PAI Honorer Terima BSU

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manokwari memastikan sebanyak 14 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) non PNS atau honorer yang tersebar di seluruh wilayah Manokwari telah menerima bantuan subsidi upah (BSU) dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Para guru penerima BSU tersebut mengajar di seluruh satuan pendidikan baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.

“Tercatat ada 15 guru PAI non PNS yang ada di Manokwari. Tapi masih ada  1 guru yang belum dapat,” ujar Kepala Seksi Pendidikan Islam pada Kantor Kemenag Kabupaten Manokwari Faridah saat dikonfirmasi Papua Barat News, Senin (18/1/2021).

Dia mengatakan, penyaluran BSU yang dicanangkan Kementerian Agama tersebut diberikan langsung ke rekening penerima melalui BRI sebagai salah satu bank penyalur. Sehingga, semua penerima wajib memiliki rekening dan melakukan validasi atas rekening yang tidak aktif di BRI setempat. Nominal BSU yang didapatkan masing-masing penerima adalah sebesar Rp1.800.000. Nominal tersebut sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Kami hanya minta, apabila mereka sudah menerima BSU tersebut, harap melaporkan kepada kami supaya bisa dijadikan data pertanggungjawaban. Dan Alhamdulilah, mereka sudah laporkan,” kata dia.

Untuk mendapatkan BSU, kata dia, setiap guru PAI non PNS wajib mengaktifkan data melalui aplikasi www.siagapendis.com. Keaktifan dalam menginput data setiap semester menjadi landasan verifikasi yang dilakukan oleh Direktorat PAI. Apabila guru yang bersangkutan tidak terdata dalam aplikasi tersebut atau tidak aktif memasukkan data maka yang bersangkutan kemungkinan tidak menerima BSU.

“Karena yang menentukan penerima itu adalah data di dalam aplikasi yang sudah terintegrasi ke pusat,” terang Faridah.

Menyikapi masih adanya 1 orang guru PAI Non-PNS yang belum mendapatkan BSU tersebut, Farida mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kasi PAI Bidang Pendis Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat. Hal tersebut dilakukan karena guru yang bersangkutan sudah aktif terdata pada aplikasi Siaga sesuai ketentuan.

“Guru yang bersangkutan sudah laporkan ke kami bahwa bantuan belum masuk ke rekeningnya,” lanjut Farida.

Sementara itu, guru PAI SD Yapis 01 Manokwari Siti Rabasia Cabe menuturkan, dirinya hingga saat ini belum mendapatkan BSU sebagaimana diinstruksikan negara. Padahal dia sudah mengabdi sebagai guru PAI selama hampir 5 tahun dan sudah mengaktifkan data seperti yang diharuskan.

“Mungkin karena latar belakang pendidikan saya yang bukan guru PAI. Tetapi saya sudah terdata dalam aplikasi Siaga sebagai guru PAI karena lulusan pesantren. Apalagi saya sudah menjadi staf pengajar Agama Islam di Yapis ini hampir 5 tahun,” ungkapnya.

Dirinya berharap, mendapatkan hak yang sama seperti guru PAI lainnya yang sudah mendapatkan BSU dari Kementerian Agama tersebut.

“Yah sebagai honorer saya pasti mengharapkan bantuan yang sama seperti teman-teman lainnya. Karena saya sendiri sudah mendapatkan informasi langsung dari mereka,” ujar Rabasia.

BSU belum pasti

Kemenag Kabupaten Manokwari belum dapat memastikan jumlah penerima BSU yang diberikan kepada tenaga pendidik non-PNS di sekolah atau madrasah yang bernaung di bawah Kemenag. Sebab, sistem aplikasi yang digunakan berbeda dengan yang digunakan oleh guru PAI pada sekolah umum.

“Kalau untuk guru madrasah menggunakan aplikasi simpatika.kemenag.go.id. Sy berencana  akan berkoordinasi langsung dengan Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah terkait hal ini,” Faridah.

Dia menyampaikan, untuk Kabupaten Manokwari terdapat sekitar 200-an guru honorer yang mengabdi pada madrasah di semua tingkatan yaitu MI, MTs dan MA. Jumlah itu tersebut tersebar di 6 MI, 3 MTs dan 2 MA karena sasaran penerima BSU bagi guru non PNS madrasah tidak dikhususkan bagi guru PAI saja.

“Baik guru agama Islam maupun guru mata pelajaran umum lainnya berhak mendapatakan BSU. Sementata rata-rata guru non PNS yang mengajar di setiap madrasah berkisar 15 sampai 20 orang,” beber Faridah.

Dari jumlah guru non PNS yang mengabdi di Madrasah saat ini, pihaknya belum mampu memberikan jaminan bahwa semua mereka akan mendapatkan BSU. Karena semuanya bergantung pada lama masa pengabdian dan keaktifan memasukkan data dalam aplikasi yang sudah ditentukan.

“Karena penyaluran sampai dengan akhir Januari nanti maka kami usahakan dalam minggu ini semua urusan terkait hak guru madrasah ini bisa diselesaikan,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 19 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: