KONI PB Diminta Segera Tetapkan dan Kontrak Pelatih

MANOKWARI, PB News –Untuk melangkah ke PON, hal tersebut ditentukan di babak prakualifikasi PON. Oleh sebab itu, KONI Papua Barat harus segera mendesak setiap pengurus cabang olahraga menetapkan dan menunjuk pelatih agar pelatih yang ditunjuk (kontrak) segera mempersiapkan atlitnya meraih hasil terbaik di babak prakualifikasi Pon.

“Saat ini,  jika KONI tidak mendesak pengprov cabang olahraga  menetapkan pelatih, kita tidak bisa memastikan berapa banyak atlit yang akan kita loloskan di babak pra kualifiasi Pon. Sebab sebagian besar cabang olahraga belum menjalani program pemusatan latihan sehingga kita tidak bisa mengukur kesiapan atlit kita,” ujar Otto Mayor.

Mantan atlit nomor lari Marathon yang pernah menyumbangkan medali perunggu untuk provinsi Irian Jaya (Papua) di PON XII itu, mengakui program persiaan atlit harus dilakukan lebih awal,  sehingga atlit khususnya untuk nomor-nomor perorangan bisa diukur kemampuanya  melalui  event-event kejuaraan yang di ikuti,  sebelum tampil di babak pra kualifikasi Pon.

Ia mencontohkan dua atlitnya yang mengikuti lomba  Marathon di Palu, meskipun tidak meraih juara, melalui  kejuaraan ini minimal ada pengalaman yang dipetik.

“Setelah mengikuti kejuaraan di Palu,  Esau dan Melki bisa mengukur kemampuan mereka dengan para kompetitor  yang akan di hadapi di babak prakulifikasi Pon mendatang. Selian itu, mental bertading mereka pun semakin lebih baik,” tuturnya.

Sejumlah provinsi yang dilihat cukup berhasil membina nomor marathon, diantaranya, Jawa Tengah (Salatiga), NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur dan sejumlah provinsi lainya, ucap Mayor.

“ Saya berharap, KONI segera panggil dan menetapkan pelatih, sehingga kami  fokus mempersiapkan atlit  meraih hasil terbaik di babak prakulifikasi Pon,  sebab waktunya sudah dekat,” tukasnya.  (PB4)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: