Kontingen Pesparawi XIII dari Empat Kabupaten di Papua Barat Tampil Memukau

MANOKWARI, PB News – Kontingen dari empat kabupaten yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Teluk Wondama, tampil memukau dalam perlombaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XIII se Tanah Papua Tingkat Provinsi Papua Barat, yang digelar di Manokwari, pada Kamis (18/2/2021).

“Saya senang awal tadi pembukaan Musik Pop Gerejawi, semua sih tampil bagus dan memukau,” ujar Donny salah seorang penonton yang hadir dia gedung GKI Petrus Amban.

Menurut dia, banyak generasi muda di Papua Barat yang memiliki talenta seni suara. Sehingga, lewat penyelenggaraan even tersebut talenta muda mulai tampilkan diri.

Ke depannya, Donny berharap agar pemerintah daerah melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) di 13 kabupaten/kota terus melakukan pembinaan terhadap penyanyi-penyanyi muda baik solo maupun vocal grup.

“Agar bakat mereka terekspos dan tersalurkan dengan baik,” ujar Donny.

Ketua Panitia Pesparawi XIII Provinsi Papua Barat Abia Ullu mengatakan, perlombaan menggunakan dua lokasi. Lomba dengan kategori Vocal Group, Musik Pop Gerejawi, dan Solo diselenggarakan di Gedung GKI Petrus Amban. Sementara lomba paduan suara digelar di Aula Unipa. “Kita gunakan dua lokasi,” jelas dia.

Dari pantauan media ini, ada delapan kontingan mengikuti lomba di Gedung GKI Petrus Amban. Vocal Grup diikuti oleh kontingen dari Pegunungan Arfak, Teluk Wondama dan Manokwari Selatan. Kategori Musik Pop Gerejawi hanya diikuti oleh kontingen dari Kabupaten Manokwari. Sedangkan kategori Solo meliputi Solo Remaja Putra diikuti kontingen Manokwari Selatan, Solo Remaja Putri diikuti kontingen Manokwari, Solo Anak 7-9 tahun dan Solo Anak 10-13 tahun diikuti oleh kontingen dari Teluk Wondama.

Ada empat orang dewan juri yang memberikan penilai terhadap delapan kontingen tersebut. Mereka adalah Robert K R Hammar, Ronny Lopies, Bens Leo, Harry Anggoman, dan Linda Sitinjak.

Usai seluruh kontingen mengikuti perlombaan, dewan juri langsung mengumumkan nilai sekaligus menyerahkan medali dan sertifika sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi para kontingen.

Dalam kesempatan itu, para dewan juri juga memberikan masukan dan arahan bagi seluruh peserta.

Ronny Lopies berharap seluruh peserta yang telah perfom perlu meningkatkan latihan secara intens. Supaya dalam even-even Pesparawi yang akan datang mampu mempersembahkan penampilan yang lebih memukau para juri dan penonton.

“Vocal grup itu cara bernyanyinya agak beda dengan paduan suara ya. Rata-rata di pentas agak kaku dalam bawakan lagu, ekspresinya tidak keluar dengan baik,” ujar Ronny.

Bens Leo mengingatkan lirik lagu yang dibawakan perlu dihafal sebaik mungkin agar tidak mempengaruhi perfoma peserta ketika tampil di atas panggung.

Sementara, pelaksanaan lomba paduan suara di Aula Unipa, diikuti sembilan kontingen dengan kategori lima kategori lomba meliputi Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja Pemuda/pemudi, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Dewasa Campuran, dan Paduan Suara Musik Etnik.

Untuk kategori Paduan Suara Anak diikuti oleh kontingen dari Kabupaten Manokwari.

Kategori Paduan Suara Remaja Pemuda/pemudi diikuti kontingen dari Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan. Kategori Paduan Suara Pria hanya diikuti oleh kontingen dari Kabupaten Manokwari. Kategori Paduan Suara Wanita diikuti kontingen dari Kabupaten Teluk Wondama dan Manokwari.

Kategori Paduan Suara Dewasa Campuran diikuti kontingen dari Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Manokwari. Sedangkan kategori Paduan Suara Musik Etnik hanya diikuti kontingen dari Kabupaten Pegunungan Arfak.

Jumlah dewan juri yang memberika penilaian terhadap lomba Paduan Suara ini sebanyak tujuh orang. Mereka adalah Agus Samori, Yusuf Willem Sawaki, Henry Susanto Pranoto, Brancly Egbert Picanusa, Pastor Bernard Rahawarin, Bambang Yuswo Hadi, Voni Sitrona Nahan dan Jasahdin Saragih.

Pelaksanaan lomba di dua lokasi itu dimulai sekitar pukul 10.25 WIT perlombaan dimulai hingga pukul 15.35 WIT.

Sebelumnya, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Barat Nataniel D Mandacan menjelaskan, Pesparawi ke XIII se Tanah Papua di tengah masa pandemi mengharuskan pelaksanaanya terpisah dari Provinsi Papua.

Ia menerangkan, ada lima daerah yang menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba Pesparawi XIII meliputi Kabupaten Manokwari pada 18 Februari 2021, dilanjutkan ke Kabupaten Teluk Bintuni pada 20 Februari 2021, Kabupaten Kaimana 23 Februari 2021, Kabupaten Fakfak pada 25 Februari 2021, dan 28 Februari 2021 penutupan di Kota Sorong.

“Sekaligus pengumuman pemenang lomba Pesparawi itu dilakukan di Kota Sorong,” pungkas dia. (PB15)

Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Jumat 19 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: