Kuartal I-2021, Kredit Perbankan di Papua Barat Tumbuh Positif

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Meskipun di tengah pandemi yang tak kunjung berakhir, perbankan konvensional di Provinsi Papua Barat mencatat realisasi kredit pada kuartal I-2021 mencapai Rp13.989 miliar atau tumbuh positif sebesar 4,89% (yoy) jika dibandingkan dengan  kuartal I-2020 yakni Rp13.337 miliar. Namun, secara year to date realisasi kredit terkontraksi 0,02% (ytd).

“Kreditnya mengalami pertumbuhan positif dari periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Eko Listiyono saat dikonfirmasi awak media, Jumat pekan lalu.

Dia menjelaskan peningkatan kredit ini didorong oleh tiga jenis kredit yang paling dominan yakni konsumsi, modal kerja dan investasi.

Untuk kredit konsumsi mengalami peningkatan dari Rp7.892 miliar pada kuartal I-2020 menjadi Rp8.250 miliar pada kuartal I-2021. Disusul oleh kredit modal kerja yang meningkat dari Rp3.907 miliar menjadi Rp4.120 miliar. Dan, kredit investasi tumbuh dari Rp1.537 miliar menjadi Rp1.617 miliar.

“Kredit konsumsi paling tinggi,” jelas dia.

Apabila ditinjau secara kuartal ke kuartal, kata dia, realisasi kredit sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yang mencapai Rp13.993 miliar. Penurunan ini dipicu oleh kredit modal kerja yang turun dari Rp4.226 miliar pada kuartal IV-2020 menjadi Rp4.120 miliar pada kuartal I-2021. “Sementara kredit konsumsi dan investasi mengalami peningkatan,” kata Eko.

Dia melanjutkan, rasio kredit bermasalah atau non perfoming loan (NPL) perbankan pada kuartal I-2021 adalah 2,60% (yoy) mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan NPL kuartal I-2020 yang hanya 2,52% (yoy). Rendahnya NPL di tengah masa pandemi ini didukung oleh kebijakan restrukturisasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sementara nominal NPL tercatat sebanyak Rp364 miliar sedikit lebih tinggi dari kuartal I-2020 yakni Rp335 miliar.

“NPLnya masih rendah,” ucap Eko.

Dia melanjutkannya, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan dari masyarakat mengalami penurunan baik secara tahunan maupun kuartal ke kuartal. Pada kuartal I-2021, DPK hanya mencapai Rp16.407 miliar lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I-2020 yang mencapai Rp16.930 miliar atau -5,22% (yoy) dan kuartal IV-2020 sebesar Rp18.067 miliar.

Penurunan DPK ini dipengaruhi turunnya realisasi giro menjadi Rp4.873 miliar dibanding kuartal I-2020 sebesar Rp5.894 miliar dan deposito mengalami penurunan dari Rp3.902 miliar menjadi Rp3.184 miliar.

“Hanya tabungan yang meningkat dari Rp7.133 miliar menjadi Rp7.989 miliar,” jelas Eko.

Selain DPK, kata dia, total aset perbankan juga mengalami penurunan 0,84% (yoy) yakni dari Rp19.469 miliar menjadi Rp19.307 miliar. (PB15)

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: