Langkah MRPB Usung Fatem Jadi Pj Gubernur PBD Dinilai Tepat

SORONG – Langkah Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) mengusung  Agustinus Fatem ke Menteri Dalam Negeri dinilai sebagai langkah sangat tepat karena pilihan itu juga aspirasi masyarakat wilayah Sorong Raya.

“Kami mengapresiasi Majelis Rakyat Papua Barat yang telah mengusulkan sejumlah nama ke Menteri Dalam Negeri untuk menetapkan satu salah satunya untuk menjadi Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Tokoh Muda Sorong Raya, Markus Tenau, Sabtu (26/11/2022).

Diketahui MRPB tengah mengusulkan sejumlah nama ke Menteri Dalam Negeri sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat. Ada tujuh nama yang masuk dalam daftar usulan yang ditandatangani oleh Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren itu, yakni Agustinus Fatem (Anggota KASN), Andi Asmuruf (Hakim PN Kota Jayapura), Meki Sagrim (Rektor Unipa Manokwari), Frenky Kallex Muguri (Sekretaris DPRD Provinsi Papua Barat), Lazarus Indouw (Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Barat), Anthonius M. Ayorbaba (Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat), dan Yacob Selvinus Fonataba (Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat).

Markus menerangkan dari tujuh nama yang diusulkan itu, sosok Agustinus Fatem adalah figur yang paling tepat untuk menjadi carateker atau penjabat gubernur buat provinsi ke-6 di Tanah Papua itu.

Menurutnya, selain memiliki rekam jejak di pemerintahan, anggota Komisioner Aparatur Sipil Negara (KASN) juga memiliki segudang pengalaman di dunia akademis. Berdasarkan rekan jejak yang mentereng itu, Agustinus Fatem dinilai mampu menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Papua Barat Daya.

“Sebagai anak asli Papua, Prof Fatem memiliki kemampuan untuk bisa mendengarkan aspirasi masyarakatnya. Kita butuh figur yang bisa membawa kemajuan di Provinsi Papua Barat Daya, agar wilayah ini pasca pemekaran, tidak hanya mampu menjalankan roda pemerintahan saja, tetapi lebih dari itu adalah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat asli Papua di wilayah Sorong Raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sangat berharap agar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, terutama masyarakat adat di wilayah Sorong Raya.

“Kami butuh figur yang baik, yang bisa mendengarkan aspirasi masyarakat kecil. Beliau (Prof Fatem,red) adalah orangtua kami yang diharapkan bisa membawa perubahan bagi masyarakat di wilayah Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: