Mahasiswa Pegaf Keluhkan Pemotongan Beasiswa

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sejumlah mahasiswa Universitas Papua (Unipa) Manokwari asal Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), mengeluhkan pemotongan anggaran beasiswa sebesar Rp 4.500.000 dari total yang pernah diterima pada periode lalu berjumlah Rp 7.500.000.

Mery Towansiba, salah seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Unipa, menuturkan, pemotongan dana beasiswa pun terkesan tidak merata karena ada sebagian mahasiswa yang menerima lebih dari Rp 7.000.000. Semestinya, Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pegaf memberikan penjelasan secara detail terkait adanya pemotongan dana beasiswa kepada para mahasiswa penerima dana beasiswa di Manokwari.

“Tanpa penjelasan soal adanya pemotongan, kami hanya diminta untuk tanda tangan terus terima uang beasiswa itu. Padahal tahun lalu (2017,red) itu terima Rp 7.500.000,” ucap dia, kepada Papua Barat News (4/8/2018).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipa Yosua Sayori, menuturkan, persoalan pemotongan dana beasiswa yang dilakukan tidak merata, menimbulkan pertanyaan dari mahasiswa asal Kabupaten Pegaf.

“Ada sebagian Rp 7 juta, ada juga sebagian Rp 8 juta dan sebagian mahasiswa lagi yang hanya Rp 3 juta. Ini tidak adil, dan mahasiswa yang terima hanya Rp 3 juta itu sangat kecewa sekali,” ucap dia.

Dia melanjutkan, Kesra Setda Kabupaten Pegaf perlu menjelaskan alasan pembagian anggaran beasiswa yang tidak merata itu. Ke depannya, dia berharap agar persoalan serupa tidak terjadi lagi. Alternatif yang perlu dilakukan adalah gelontoran dana beasiswa harus disamaratakan baik mahasiswa di kampus negeri maupun swasta.

Mahasiswa selaku agen perubahan, perlu ditopang oleh pemerintah daerah dari segi pendanaan sehingga segala persoalan mengenai pembiayaan perkuliahaan mampu tidak mengalami hambatan. Terutama Kabupaten Pegaf sangat memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, demi mendorong perkembangan daerah. Keluahan adanya pemotongan anggaran beasiswa pun baru terjadi di tahun 2018.

“Pemda Pegaf dalam hal ini Kabag Kesra supaya tahun depan itu jangan kurangi lagi anggaran beasiswa itu. Jumlah beasiswa sebanyak Rp 3 juta sangat tidak cukup,” terang dia.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: