Mama-Mama Papua Lebih Pilih Pasar Baru daripada Paket Sembako

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pasar untuk bisa menampung mama-mama pedagang asli Papua di Manokwari lebih dibutuhkan daripada bantuan paket sembako yang dari pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Ike Dogopia, salah satu penjual Noken yang mangkal di Pasar Sanggeng, Manokwari. Mama Ike mengaku dirinya lebih memilih jika pemerintah membangun pasar yang representatif untuk bisa menampung semua pedagang asli Papua daripada diberi bantuan paket sembako.

“Selama ini kalau hujan kami kehujanan, karena tidak ada tempat untuk berlindung,” ujarnya kepada awak media di Manokwari,  Senin 2 Agustus 2021.

Penjual Noken asal Kabupaten Deiyai, Papua yang telah menetap di Manokwari itu, berharap adanya  perhatian pemerintah baik dari kabupaten maupun provinsi terhadap mama-mama pedagang asli Papua, terutama kebutuhan pasar yang memadai.

“Pasar lama sudah ada tetapi kecil sehingga kami kesulitan menaruh jualan. Harus ada pasar baru (yang lebih besar) sehingga kita dapat berjualan dengan lebih nyaman,” terangnya.

Senada dengan itu,  Ina Pekei salah satu penjual Noken di Manokwari berharap dukungan pemerintah bagi mama-mama pengrajin Noken.  Menurutnya, fasilitas gedung sangatlah penting sehingga hasil produk Noken dapat dipajang atau dijual kepada warga atau pelanggan.

“Selama ini kami berjualan tidak menentu,  kalau hujan kami harus menyimpan Noken dan menunggu sampai hujan reda karena tidak ada tempat untuk kami memajang hasil Noken,” ujarnya.

Terpisah, Humas Garda Pemuda Partai NasDem Papua Barat,  Patrick Yauwmeyer menegaskan, alokasi bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19 adalah kewajiban Partai NasDem.  Karena itu bantuan paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga.  Namun apabila ada penolakan atau warga tidak menerima bantuan, maka hal itu tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun, termasuk partai politik.

“Menerima atau tidak itu keputusan warga, kita hanya berupaya membantu warga di tengah kondisi sulit ini,” pungkasnya.

Terkait permintaan warga yang meminta adanya pasar yang dapat menampung hasil kerajinan dan kebun mama-mama Papua di  Manokwari. Dia menilai permintaan tersebut seharusnya diajukan kepada pemerintah Kabupaten Manokwari bukan kepada pemerintah provinsi. Pasalnya keberadaan pasar Sanggeng ada di wilayah kabupaten sehingga menjadi tanggung jawab Pemda Manokwari.

“Tidak relevan bila warga meminta kepada gubernur karena Pasar Sanggeng berada di bawah Pemda Manokwari,” pungkasnya. (PB22)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 3 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: