Pabrik Pengolahan Coklat Ransiki Ditargetkan Rampung Desember

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Rencana pembangunan pabrik pengolahan Kakao Ransiki terus digodok.

Kepala Balitbangda Papua Barat Charlie Heatubun mengatakan, proses pelelangan tengah berlangsung, dan rencananya pemenang tender akan ditentukan akhir September ini.

“Saat ini proses pelelangan berlangsung, dan rencananya akhir bulan ini akan ditetapkan perusahaan yang akan membangun. Kita harapkan Pabrik Kakao Ransiki akan rampung akhir tahun 2021 ini,” kata Heatubun saat menghadiri Lokakarya Rencana Usaha Koperasi Ebier Suth Ransiki di Mansinam Resort, Manokwari, Jumat (24/92021).

Dijelaskan Hehatubun, dalam tahap awal nanti baru pabrik pengolahan yang akan dibangun.

“Kita bangun pabrik dulu tahun ini. Setelah itu kita bangun fasilitas pendukung lainnya. Sesuai master plan-nya, kawasan Industri Kakao Mansel juga dijadikan kawasan sains teknopark. Akan dilengkapi dengan gedung inovasi atau tempat penelitian, kantor, ruang pertemuan dan juga home stay maupun cafe,” paparnya.

Setelah pembangunan pabrik pengolahan rampung, kata Heatubun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan ekonomi hijau terkait peralatan pengolahan kakao.

Lokakarya Rencana Usaha Koperasi Ebier Suth Ransiki di Mansinam Resort, Manokwari, Jumat (24/92021).

“Target ke depannya, kawasan ini bisa mampu memproduksi turunan coklat, seperti misalnya coklat batangan, coklat bubuk, kosmetik serta lainnya. Agar ke depan tidak lagi hanya sebatas barang setengah jadi,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mansel Wempi Rengkung berharap, adanya dukungan penuh pemerintah pusat terhadap pengembangan Kakao Ransiki.

“Lokakarya hari ini sebagai tindak lanjut dari pengembangan biji kakao yang ada di Manokwari Selatan oleh unit teknis Papua Barat. Untuk itu, kita juga menginginkan dorongan dan perhatian dari pemerintah pusat kedepan. Intinya kembali ke laptop, untuk pengembangan komoditi kakao ini harus didukung oleh anggaran yang besar,” jelas Rengkung.

Ditekankan Rengkung, tak hanya pada pengembngan kakao, dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Industri kakao ini mampu berperan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal di Mansel.

“Sejauh ini Pemda Mansel sudah menyediakan lahan seluas 1.200 hektar untuk pengembangan Kakao di Mansel, seluas 140 hektar sudah ditanami bibit kakao. Dengan demikian, Pemerintah Pusat harus mendorong upaya yang sudah dilaksanakan oleh Pemkab Mansel. Dengan begitu upaya Pemerintah daerah dalam pengembangan kakao untuk menyerap tenaga kerja lokal guna mengurangi pengangguran dapat tercapai,” pungkasnya. (PB24)

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 27 September 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: